Peristiwa ini sempat memicu kemacetan panjang yang mengular hingga berjam-jam dari kedua arah berlawanan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, peristiwa kecelakaan tunggal tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. Posisi truk yang terguling melintang dan menutup sebagian besar badan jalan, diperparah dengan tumpahnya material batubara ke aspal.
Kondisi ini seketika menyumbat arus lalu lintas, baik kendaraan yang melaju dari arah Gresik kota menuju Kecamatan Bungah maupun arah sebaliknya. Antrean panjang kendaraan logistik dan pekerja pabrik pun dilaporkan sempat mengular hingga sepanjang beberapa kilometer dari titik lokasi kejadian perkara.
Menerima laporan kemacetan parah tersebut, personel kepolisian dari Polsek Manyar langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas secara manual serta mengawal proses evakuasi bangkai truk.
Kapolsek Manyar, Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin, mengonfirmasi bahwa proses pengangkatan badan truk beserta pembersihan material batubara dari badan jalan akhirnya berhasil diselesaikan secara total sekitar pukul 09.20 WIB. Setelah armada berhasil dievakuasi ke tempat aman, sumbatan arus lalu lintas secara perlahan mulai berangsur normal kembali.
Baca Juga: Perkuat Karakter Generasi Muda, Babinsa Cerme Gembleng Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar
“Arus lalu lintas sudah mulai berjalan. Truk yang terguling barusan sudah berhasil dievakuasi oleh petugas di lapangan,” ujar Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin saat memberikan pembaruan informasi mengenai penanganan darurat di lokasi kejadian, Selasa (16/6).
Iptu Gifari menambahkan dan memastikan bahwa truk tersebut memang mengangkut muatan penuh komoditas batubara. Kendati demikian, pihak kepolisian hingga saat ini masih belum bisa menyimpulkan secara pasti mengenai penyebab utama di balik kecelakaan tersebut.
Unit terkait masih melakukan penyelidikan mendalam, memeriksa kelaikan kendaraan, serta meminta keterangan dari pengemudi truk guna penanganan hukum lebih lanjut.
Baca Juga: Geger Ular Kobra di Bawah Kasur Warga, Tim Damkarla Gresik Gerak Cepat
Kondisi kemacetan masif yang terjadi sejak pagi buta tersebut tak pelak membuat sejumlah pengguna jalan, terutama para pekerja industri dan warga lokal, mengalami keterlambatan parah dalam memulai aktivitas harian mereka.
Situasi kepadatan di sekitar Jembatan Manyar sempat diperparah oleh perilaku tidak sabar dari beberapa pengendara roda dua dan roda empat yang saling berebut mendahului serta merangsek maju melintasi bahu jalan. Aksi saling serobot ini sempat membuat arus kendaraan mengalami stagnasi total atau mandek beberapa saat sebelum petugas berhasil menertibkan barisan antrean.
Pihak kepolisian memastikan bahwa setelah seluruh proses evakuasi fisik kendaraan selesai dilakukan dan material batubara dibersihkan dari jalur, titik kepadatan lalu lintas di jalur Pantura tersebut berangsur-angsur dapat terurai dengan baik.
"Saat ini arus kendaraan di Jalan Raya Daendels, Kecamatan Manyar, telah kembali lancar dan sudah dapat dilalui secara normal oleh semua jenis kendaraan," pungkas Iptu Muhammad Gifari Syarifuddin menutup keterangannya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah