RADAR GRESIK – Ancaman kebakaran di area lahan terbuka kembali melanda wilayah hukum Kabupaten Gresik. Peristiwa kebakaran dilaporkan melanda area lahan kosong di kawasan Pasar Ikan Modern yang terletak di Jalan Ambeng-Ambeng, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Insiden ini menjadi perhatian serius lantaran merupakan peristiwa kebakaran kedua yang terjadi di lokasi yang sama dalam kurun waktu dua hari berturut-turut.
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Sulyono, mengonfirmasi bahwa kebakaran gelombang pertama mulanya terjadi pada Kamis (11/6) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Amukan si jago merah tersebut membakar tumpukan kayu berukuran besar yang berada di lahan kosong dekat kompleks Pasar Ikan Modern. Informasi awal mengenai insiden ini pertama kali diterima dari Prayitno, salah seorang pengurus ruko Pasar Ikan Modern, setelah dirinya mendapatkan laporan darurat dari warga sekitar yang melihat kobaran api membubung tinggi.
Prayitno bersama warga setempat sebenarnya sempat berupaya melakukan mitigasi awal dengan memadamkan api secara mandiri menggunakan peralatan seadanya, namun kobaran api justru semakin membesar dan tidak dapat dikendalikan.
Melihat situasi yang kian mengancam ruko, salah seorang warga bernama Pras kemudian berinisiatif menghubungi markas komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik untuk meminta bantuan evakuasi pemadaman.
"Laporan resmi diterima petugas mako pada pukul 20.35 WIB dan hanya berselang satu menit kemudian, personel dari Pos Kota langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Petugas tiba di tempat kejadian perkara pada pukul 20.44 WIB dan langsung melakukan lokalisir serta pemadaman terhadap tumpukan kayu yang terbakar," ujar Sulyono saat memaparkan kronologi penanganan, Jumat (12/6).
Baca Juga: Sempat Tertinggal, Korea Selatan Comeback Epik Tumbangkan Ceko 2-1 di Laga Grup A Piala Dunia 2026
Sulyono menjelaskan lebih lanjut bahwa setelah api utama berhasil dipadamkan secara total, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi melainkan melakukan proses pembasahan (cooling down) serta pemeriksaan menyeluruh (overhaul) guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa di rongga tumpukan kayu. Operasi penanganan pertama ini pun dinyatakan selesai dengan aman pada pukul 21.46 WIB.
Namun, tantangan kembali muncul menjelang Jumat (12/6) dini hari sekitar pukul 23.57 WIB, di mana kebakaran susulan kembali pecah di titik lokasi yang sama. Warga kembali dikejutkan oleh temuan titik api yang mendadak menyala dan merembet cepat pada lahan kosong yang dipenuhi oleh vegetasi alang-alang serta tumpukan kayu kering.
Mendapat laporan darurat jilid dua tersebut, regu Damkarla Pos Kota bergerak cepat kembali menuju lokasi dengan perlengkapan taktis lengkap. Petugas tiba sekitar pukul 00.10 WIB dan langsung melakukan penilaian situasi (size up), dilanjutkan tindakan pemadaman serta pembasahan area yang terbakar secara intensif.
Berkat kesigapan petugas di lapangan, amukan api kedua berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sebelum merembet ke area pemukiman dan pertokoan. Petugas kemudian melakukan penyisiran ulang dengan teliti untuk memastikan tidak ada lagi sisa material arang yang berpotensi memicu kebakaran susulan untuk ketiga kalinya.
"Penanganan kebakaran kedua ini berakhir dan dinyatakan kondusif pada pukul 01.35 WIB," jelas Sulyono.
Lebih lanjut Sulyono menyampaikan rasa syukurnya bahwa dalam kedua rentetan kejadian kebakaran berturut-turut tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka, baik dari sisi warga sekitar maupun personel pemadam yang bertugas.
Selain itu, petugas tidak menemui kendala berarti selama proses pemadaman di lapangan dan tidak dilaporkan adanya kerugian material yang signifikan karena objek yang terbakar merupakan limbah kayu di lahan terbuka.
"Untuk menangani kebakaran beruntun tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik mengerahkan armada tangguh berupa satu unit mobil pemadam Karba P07 dan satu unit armada tangki Water Supply S05 yang disiagakan penuh dari Pos Kota," pungkas Sulyono mengakhiri keterangannya.
Berdasarkan basis data rekapan yang dirilis oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, hingga pertengahan Juni tahun 2026 ini, tercatat telah terjadi sebanyak 12 kasus kebakaran dan 43 kejadian operasi penyelamatan (rescue) non-kebakaran yang berhasil ditangani secara profesional di seluruh wilayah Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany Akasah