RADAR GRESIK – Penderitaan warga di kawasan Kecamatan Kebomas akibat kepulan asap pekat akhirnya mendapat penanganan medis darurat lapangan. Kebakaran hebat melanda sebuah lahan terbuka yang ditumbuhi rimbunan rumput alang-alang di kawasan Jalan Mayjend Sungkono, Kelurahan Gulomantung RW 02, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Peristiwa kebakaran ini sempat memicu kegusaran dan dikeluhkan secara masif oleh warga sekitar karena kepulan asap tebalnya telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Sulyono, membeberkan bahwa titik api tersembunyi tersebut dilaporkan pertama kali oleh seorang warga bernama Ro'uf melalui panggilan darurat ke pusat layanan terpadu 112 Kabupaten Gresik pada pukul 07.58 WIB.
Laporan kedaruratan lingkungan tersebut kemudian langsung diteruskan secara cepat ke markas Damkarla Kabupaten Gresik untuk segera dieksekusi penanganannya di lapangan.
"Petugas Damkar Pos Kota berangkat menuju lokasi pada pukul 08.03 WIB dan tiba sekitar pukul 08.22 WIB," ujar Sulyono memberikan konfirmasi resmi mengenai kronologi pergerakan armada penolong, Kamis (11/6/2026).
Sulyono menambahkan bahwa sesampainya di lokasi kejadian perkara, jajaran petugas rescue langsung bergerak taktis melakukan lokalisasi medan serta penyemprotan air guna menjinakkan kobaran api.
Api yang semula membakar rumput alang-alang kering terpantau dengan cepat merembet ke tumpukan limbah kayu bekas serta serbuk kayu di area lahan sebelah selatan PT Wonoagung Sejahtera, yang merupakan bekas lokasi galian semen.
"Menurut laporan petugas, kebakaran diduga bermula dari rumput alang-alang yang telah terbakar sejak beberapa hari sebelumnya," jelas Sulyono menguraikan asal-muasal sumber petaka asap tersebut.
Baca Juga: Syahrul Munir Nahkodai PKB Gresik, Ajak Kader Jaga Organisasi Tetap di Jalur Perjuangan
Lebih lanjut Sulyono menyampaikan bahwa dampak dari akumulasi material kayu yang membara di bawah tanah itu menghasilkan volume asap yang cukup pekat dan tebal. Kondisi udara yang buruk tersebut secara nyata telah mengganggu kesehatan pernapasan serta melumpuhkan ritme aktivitas harian warga di wilayah Kelurahan Gulomantung hingga Kelurahan Sidomukti.
“Warga mengeluhkan asap pembakaran liar yang terus muncul selama beberapa hari terakhir sehingga diperlukan penanganan segera,” ucap Sulyono menerangkan alasan di balik urgensi pengerahan pasukan pemadam ke lokasi.
Guna menaklukkan material kayu yang terus membara, petugas di lapangan mengerahkan kekuatan penuh dengan menerjunkan dua unit mobil tangki pemadam, yakni satu unit truk tangki Hino Karba Kecil S-05 dan satu unit truk tangki penyuplai Toyota Dyna S-01.
Baca Juga: Perebutan Kursi SMP Negeri di Gresik Memanas, 13 Ribu Calon Siswa Serbu SPMB Tahap Pertama
Sebanyak dua tangki air berkapasitas besar habis disemprotkan ke titik bara api guna proses pembasahan (cooling down) secara menyeluruh demi memastikan tidak ada lagi sisa sekam api yang tersembunyi di dalam tanah.
Operasi pemadaman dan pendinginan ekstrem ini berlangsung melelahkan hingga memakan waktu beberapa jam dan baru dinyatakan tuntas pada pukul 10.36 WIB. Setelah seluruh area dipastikan steril, aman, dan tidak ditemukan lagi titik asap yang menyala, seluruh personel ditarik mundur untuk kembali ke posko induk.
"Pemadaman melibatkan 10 personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik," pungkas Sulyono mengakhiri keterangannya.
Baca Juga: Kepulangan Menghitung Hari, Kemenhaj Gresik Matangkan Penimbangan Koper Masal Jamaah Haji
Berdasarkan basis data statistik kebencanaan yang dirilis oleh Damkarla Gresik, insiden di lahan Gulomantung ini merupakan kasus kejadian kebakaran ke-10 yang berhasil ditangani petugas sepanjang bulan Juni 2026.
Sementara itu, pada periode berjalan yang sama, korps baret biru Kabupaten Gresik tersebut tercatat juga telah sukses mengeksekusi sebanyak 42 kejadian operasi penyelamatan (rescue) non-kebakaran di berbagai titik wilayah Kabupaten Gresik. (yud/han)
Editor : Hany Akasah