RADAR GRESIK – Memasuki musim kemarau yang disertai hembusan angin kencang, masyarakat Kabupaten Gresik diimbau keras untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, terutama di dekat lahan kosong atau area permukiman padat penduduk.
Kelalaian dalam membakar sampah kembali memicu kebakaran hebat pada lahan alang-alang di kawasan Jalan Mayjen Sungkono No. 1, Desa Prambangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Sabtu (6/6/2026) siang. Kobaran api diduga kuat bersumber dari bakaran sampah yang merembet cepat akibat tiupan angin kencang.
Baca Juga: Pintu Kamar Kos Terkunci dari Dalam, Petugas Damkarla Gresik Berhasil Selamatkan Balita Dua Tahun
Perwira Piket Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Fathoni, menjelaskan bahwa insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Kholil sekitar pukul 14.10 WIB.
Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa bermula saat dirinya sedang membakar tumpukan sampah di sekitar lokasi kejadian. Namun, baru sekitar 10 menit berselang, angin tiba-tiba bertiup kencang hingga menerbangkan bara api.
"Angin yang bertiup cukup kencang membuat api dengan sangat cepat merembet ke area alang-alang di sekitarnya dan langsung meluas," ujar Fathoni, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Dikira Tertidur di Lapak Bambu, Pria Bungah Gresik Ditemukan Meninggal Dunia
Melihat kobaran api yang kian membesar dan mulai mengancam area permukiman warga, Kholil sempat berupaya melakukan pemadaman mandiri menggunakan air dan peralatan seadanya. Karena upaya tersebut tidak membuahkan hasil, ia langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan darurat, petugas Damkarla Gresik dari Pos Kota langsung meluncur pada pukul 14.15 WIB dan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 14.35 WIB.
Guna menjinakkan amukan si jago merah, Damkarla Gresik mengerahkan satu unit mobil suplai air, tujuh personel pemadam kebakaran.
Baca Juga: Siap Arungi Liga Nusantara, Gresik United Resmi Gandeng Apparel RMB
"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman secara intensif di titik-titik krusial agar api tidak terus menjalar. Setelah berjuang me-lokalisir area, seluruh titik api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan padam sepenuhnya pada pukul 14.50 WIB," imbuhnya.
Beruntung, respons cepat dari petugas membuat kebakaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Sementara untuk kerugian materiil akibat hangusnya lahan tersebut masih belum dapat ditaksir.
Fathoni menegaskan, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat. Di tengah kondisi cuaca kemarau dan angin kencang seperti saat ini, tindakan kecil seperti membakar sampah di area terbuka sangat rawan memicu bencana kebakaran lahan yang lebih besar. (yud/han)
Editor : Hany Akasah