RADAR GRESIK – Cuaca ekstrem dan kelelahan pasca-puncak ibadah haji mulai berdampak pada kondisi kesehatan jemaah. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Gresik dilaporkan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit (RS) An-Nur di Arab Saudi setelah mengalami sesak napas akibat kelelahan yang hebat.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kabupaten Gresik, Lulus, membenarkan adanya jemaah yang harus mendapatkan perawatan medis intensif tersebut. Menurutnya, cuaca panas di tanah suci saat ini memang menjadi tantangan berat bagi fisik para jemaah.
Baca Juga: Kondisi Sehat Usai Puncak Haji, 2.673 Jamaah Asal Gresik Dijadwalkan Pulang Mulai 12 Juni 2026
“Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan lancar. Seluruh jemaah haji dari Kabupaten Gresik sudah selesai melaksanakan rangkaian Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), tawaf ifadah, sai, hingga tahalul tsani,” ujar Lulus, Selasa (2/6/2026).
Meski demikian, Lulus mengimbau agar para jemaah tidak lengah dan tetap memprioritaskan kesehatan, mengingat suhu udara yang semakin meningkat.
Selain faktor kesehatan, Lulus juga mengingatkan jemaah untuk bersiap menghadapi fase kepulangan ke tanah air. Ia meminta jemaah untuk tertib dan mematuhi aturan barang bawaan.
Selain itu juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan karena cuaca semakin panas, jemaah diminta banyak minum dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
Jemaah juga harus mematuhi larangan mengenai barang bawaan harus dipatuhi secara ketat agar proses pemulangan di bandara berjalan lancar dan tanpa hambatan.
Saat ini, mayoritas jemaah haji asal Gresik dilaporkan mengalami gejala kesehatan ringan seperti batuk, pilek, dan demam ringan akibat perubahan cuaca.
Baca Juga: Haji 2026 Makin Nyaman, DPD RI Lia Istifhama Ungkap Peningkatan Layanan dari Madinah hingga Makkah
Kronologi penurunan kondisi kesehatan salah satu jemaah tersebut turut diceritakan oleh Dwi, salah seorang jemaah yang berada di lokasi. Ia menyebutkan bahwa jemaah yang bersangkutan awalnya mengeluhkan kelelahan yang amat sangat hingga napasnya terasa berat.
“Dokter kloter dan petugas medis di lapangan sempat memberikan penanganan awal. Namun, karena membutuhkan perawatan yang lebih intensif, akhirnya langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata Dwi.
Saat ini, jemaah tersebut sedang menjalani masa pemulihan di RS An-Nur. "Sekarang sedang proses pemulihan. Mohon doa terbaik dari seluruh rombongan dan masyarakat di tanah air agar yang bersangkutan segera sembuh," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah