Evakuasi terhadap satwa langka yang dilindungi undang-undang tersebut dilakukan setelah pihak pemadam kebakaran menerima laporan dari seorang warga bernama Cipto sekitar pukul 18.10 WIB.
Merespons laporan tersebut, personel rescue Pos Damkarla Menganti langsung bergerak cepat menuju lokasi dan tiba di kediaman warga pada pukul 18.22 WIB untuk mengamankan burung pemangsa tersebut.
Perwira Piket Damkarla Gresik, M. Nurul Haqiqi, menjelaskan bahwa penemuan burung bernama latin Nisaetus bartelsi ini bermula saat Cipto sedang berjalan di area persawahan desa setempat pada sore hari.
"Saat berjalan di sawah, saksi terkejut melihat seekor Elang Jawa jatuh dalam kondisi terluka. Karena merasa kasihan dan tahu bahwa ini satwa yang dilindungi, saksi membawanya pulang terlebih dahulu untuk diamankan sementara, lalu segera menghubungi petugas Damkarla," ujar Nurul Haqiqi, Senin (18/5).
Baca Juga: Peduli Kesehatan Pegawai, Rutan Kelas IIB Gresik Bagikan Paket Medical Kit
Setibanya di lokasi penyerahan, personel Damkarla terlebih dahulu melakukan pemeriksaan situasi serta mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap demi mengantisipasi cengkeraman atau patukan dari burung yang sedang stres tersebut.
"Anggota kami di lapangan melakukan penanganan dengan sangat hati-hati agar tidak menambah cedera pada burung. Elang tersebut kemudian berhasil dipindahkan ke dalam kandang pengamanan yang sudah disiapkan," jelas Nurul Haqiqi.
Proses evakuasi yang berjalan singkat dan humanis ini dinyatakan selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Setelah melakukan pendataan, petugas kembali siaga di Pos Menganti pada pukul 18.34 WIB.
Baca Juga: Tindak Lanjuti Aduan Warga, Polsek Sangkapura Gresik Gerebek dan Bakar Arena Judi Sabung Ayam
Satwa dilindungi ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pihak terkait, seperti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), untuk penanganan medis dan pemulihan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali.
Aksi tanggap penyelamatan satwa ini semakin menegaskan peran vital Damkarla Gresik yang kini tidak hanya fokus pada pemadaman api, melainkan juga penanganan kedaruratan masyarakat (rescue).
Berdasarkan data rekam medis dan operasional instansi, hingga pertengahan Mei 2026 ini, Dinas Damkarla Kabupaten Gresik mencatat telah menangani sebanyak 7 kejadian kebakaran dan melakukan 75 operasi penyelamatan (rescue) di berbagai wilayah di Gresik. (yud/han)
Editor : Hany Akasah