RADAR GRESIK – Ribuan warga di tiga desa di Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kini dicekam keresahan akibat polusi udara hebat yang diduga berasal dari aktivitas industri di wilayah mereka.
Asap putih pekat yang menyelimuti pemukiman dilaporkan telah memicu gangguan kesehatan, mulai dari batuk-batuk hingga sesak nafas.
Ketiga desa yang terdampak langsung oleh pencemaran udara ini adalah Desa Manyarejo, Desa Manyar Sidorukun, dan Desa Manyar Sidomukti.
Baca Juga: Wabup Alif Lantik Pengurus Tiara Kusuma Gresik, Dorong Pelaku Usaha Kecantikan Adaptif dan Inovatif
Menurut penuturan Aunurrofiq Hidayah (33), warga Desa Manyarejo, fenomena asap tebal ini muncul secara konsisten dalam beberapa hari terakhir, terutama pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Selain membatasi jarak pandang, asap tersebut membawa bau menyengat yang menusuk hidung.
"Asapnya tebal sekali sampai menutup pandangan di jalan. Baunya menyengat, bikin batuk dan tenggorokan terasa gatal," ujar Aunur dengan nada khawatir.
Geram dengan kondisi yang tak kunjung membaik, sejumlah warga akhirnya berinisiatif melakukan penyisiran (sweeping) di kawasan industri sekitar untuk mencari sumber polusi.
Berdasarkan penelusuran warga, asap berbau tajam mirip bekas pembakaran tersebut diduga kuat berasal dari PT Liku Telaga, sebuah perusahaan yang memproduksi asam sulfat, tawas, dan sodium silat.
"Beberapa perwakilan warga sempat mendatangi pabrik dan menyampaikan keluhan kepada pihak keamanan perusahaan. Tak lama setelah didatangi, asapnya memang sempat hilang," tambah Aunur.
Dampak polusi ini juga dirasakan oleh Fajar Rubianto (36), warga Manyar Sidomukti. Ia menekankan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan karena sangat berisiko bagi kesehatan kelompok rentan, terutama anak-anak.
Baca Juga: Berawal Bakar Sampah, Tumpukan Limbah Kayu di Prambangan Gresik Ludes Terbakar
"Pihak perusahaan harus bertanggung jawab. Kalau tidak segera diatasi, kami khawatir ini akan menjadi masalah kesehatan kronis bagi warga. Baunya benar-benar menyesakkan," tegas Fajar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Liku Telaga terkait dugaan kebocoran atau aktivitas pembuangan gas tersebut.
Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Gresik, Pemerintah Kecamatan Manyar, serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan inspeksi dan tindakan tegas demi menjamin keselamatan lingkungan dan kesehatan warga. (jar/han)
Editor : Hany Akasah