Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Dedikasi 18 Tahun Merawat Tradisi, Petambak Ujungpangkah Kembali Tantang Kontes Bandeng Kawak

Fajar Yuliyanto • Senin, 16 Maret 2026 | 05:38 WIB
PETAMBAK : Tim saat melakukan penilaian lapangan peserta Kontes Bandeng Kawak kepada para petambak.
PETAMBAK : Tim saat melakukan penilaian lapangan peserta Kontes Bandeng Kawak kepada para petambak.

RADAR GRESIK – Perhelatan Pasar Bandeng Gresik tahun 2026 kembali menjadi panggung bagi para petambak legendaris untuk menunjukkan dedikasinya.

 Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Syaifullah Mahdi, petambak asal Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah. Ia kembali turun gelanggang dalam Kontes Bandeng Kawak dengan membawa bandeng raksasa yang telah ia besarkan dengan penuh ketelatenan selama kurang lebih 18 tahun.

Syaifullah Mahdi bukanlah nama baru dalam tradisi ini. Pada tahun 2025 lalu, ia sukses menyabet gelar juara pertama setelah menghadirkan bandeng fenomenal berbobot 14,6 kilogram dengan panjang mencapai 109 sentimeter.

Baca Juga: Eratkan Silaturahmi, Kejari Gresik Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim di Bulan Ramadan

Tahun ini, dengan usia ikan yang bertambah, ia kembali optimis dapat mempertahankan prestasinya di tengah persaingan petambak se-Kabupaten Gresik.

Menghasilkan bandeng berukuran jumbo bukanlah perkara mudah. Syaifullah menjelaskan bahwa bandeng kawak memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap lingkungan.

Ia harus memastikan sirkulasi air di tambak berjalan sempurna dan mendesain area budidaya sedemikian rupa agar menyerupai kondisi alami.

Baca Juga: Khidmat Malam Selawe, Gus Yani Ajak Masyarakat Iktikaf Jemput Lailatul Qadar di Sunan Giri

"Bandeng kawak itu sensitif, jadi air tambaknya harus sering diganti. Kalau airnya sudah tua harus diganti supaya tetap sehat. Selain itu, bandeng juga ditempatkan di tambak khusus yang didesain mendekati kondisi alami,” ungkap Syaifullah Mahdi saat ditemui di sela-sela penilaian lapangan, Minggu (15/3).

Ia menambahkan bahwa di dalam tambak khusus tersebut, bandeng kawak dipelihara bersama beberapa bandeng pendamping yang berukuran lebih kecil, sekitar satu hingga dua kilogram.

Keberadaan ikan-ikan pendamping ini sangat krusial untuk menjaga keseimbangan ekosistem tambak serta menstimulasi pertumbuhan ikan utama.

Baca Juga: Safari Ramadan Pupuk Indonesia, Petrokimia Gresik Salurkan Bantuan Senilai Rp 1,52 Miliar

Bagi Syaifullah, mengikuti kontes ini adalah bagian dari sejarah hidupnya. Ia tercatat telah mengikuti tradisi ini selama puluhan tahun, melintasi berbagai era kepemimpinan bupati di Gresik.

 Baginya, Kontes Bandeng Kawak adalah warisan berharga yang berakar kuat sejak zaman Sunan Giri.

"Kalau dihitung-hitung sudah puluhan tahun saya ikut. Saya sudah mengalami tiga bupati, mulai dari Pak Robbah, Pak Sambari, sampai Gus Yani. Ini bagian dari upaya kami melestarikan tradisi Gresik yang sudah ada sejak zaman Sunan Giri,” imbuhnya dengan nada bangga.

Baca Juga: PDIP Gresik Tegaskan Loyalitas: Kader Dilarang Keras Terlibat Bisnis Makan Bergizi Gratis

Meski hadiah juara pertama tergolong besar, yakni sekitar Rp 30 juta, Syaifullah secara jujur mengakui bahwa nominal tersebut sebenarnya tidak sebanding dengan biaya operasional, pakan, hingga pupuk yang dikeluarkan selama belasan tahun perawatan. Namun, motivasinya jauh melampaui sekadar materi.

"Kalau dilihat dari bisnis sebenarnya tidak menguntungkan. Tapi ini lebih kepada prestise dan bentuk kecintaan kami kepada Gresik,” tambahnya.

Sebagai petambak dari wilayah Pangkah Wetan, ia juga menegaskan bahwa bandeng merupakan komoditas ekspor unggulan yang pasarnya sangat luas. Bahkan, Gresik tetap memegang status sebagai salah satu sentra budidaya terbesar di Jawa Timur yang selalu dicari oleh para eksportir.

Baca Juga: Dongkrak Potensi Wisata, Wabup Alif Beri Penghargaan ke 30 Insan Pariwisata dan Budaya

Menutup perbincangan, Syaifullah berharap pemerintah daerah terus memberikan perhatian nyata kepada para petambak, mulai dari menjaga stabilitas harga hingga penyediaan fasilitas cold storage.

Ia juga menyarankan agar nilai hadiah kontes dapat ditingkatkan untuk memacu semangat para petambak muda dalam menjaga tradisi ini.

"Harapannya pemerintah terus mendukung petani tambak dan hadiah kontes bisa ditambah supaya lebih banyak yang semangat ikut. Karena ini bukan hanya lomba, tapi juga bagian dari budaya Gresik yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#ujungpangkah #kontes #Bandeng #petambak #gresik