RADAR GRESIK – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Gresik mulai berdampak pada infrastruktur pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif yang berlokasi di Jalan Dewi Sekardadu, Kelurahan Ngargosari, Kecamatan Kebomas, mengalami musibah tanah longsor.
Area Taman Adiwiyata sekolah tersebut amblas setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
Peristiwa ini terjadi pada akhir Desember 2025 lalu, namun hingga kini pihak sekolah masih diselimuti kekhawatiran akan adanya longsor susulan yang dapat mengancam bangunan utama madrasah.
Baca Juga: Sembunyi di Tumpukan Barang, Damkar Gresik Evakuasi Ular Sepanjang 1,5 Meter dari Rumah Kos di Peganden
Operator Tata Usaha MI Ma’arif Ngargosari, Erma Astutik, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat hujan lebat mengguyur wilayah Kebomas pada 27 Desember 2025 lalu.
Kerusakan tersebut baru diketahui pihak sekolah keesokan harinya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar.
“Paginya kami mendapat laporan dari warga kalau sekolahan longsor. Setelah kami cek ke lokasi, ternyata Taman Adiwiyata yang amblas. Beruntung material longsor jatuhnya ke arah tanah kosong di bawahnya, sehingga tidak mengenai bangunan utama,” jelas Erma, Rabu (7/1).
Baca Juga: Jabatan Kepala Sekolah Dibatasi 8 Tahun, Dispendik Gresik Siapkan 139 Kepsek untuk Uji Kompetensi Pengawas
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan pada gedung kelas, ancaman keamanan tetap membayangi para siswa dan guru.
Pihak Kelurahan Ngargosari bersama BPBD Kabupaten Gresik telah meninjau lokasi dan melakukan penanganan darurat dengan menutup area longsor menggunakan terpal guna mencegah pengikisan tanah lebih lanjut.
Ketua Komite MI Ma’arif Ngargosari, Ahmad Efendi, menegaskan bahwa perbaikan permanen belum bisa dilakukan secara mandiri karena keterbatasan dana sekolah. Saat ini, langkah yang paling memungkinkan hanyalah pembenahan sistem drainase.
“Yang bisa dilakukan sekarang adalah membuat saluran air baru untuk mengalihkan debit air hujan yang tinggi. Untuk memperbaiki titik longsor, kami belum bisa karena sekolah tidak memiliki anggaran khusus,” ujar Efendi.
Pihak sekolah kini tengah berupaya mengajukan bantuan ke berbagai instansi terkait, mulai dari Kementerian Agama (Kemenag) Gresik hingga Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Revitalisasi bangunan secara menyeluruh dinilai sangat mendesak mengingat usia bangunan yang sudah cukup tua.
Baca Juga: Dibuka Hari Ini! Simak Syarat, Formasi, dan Jadwal Lengkap Rekrutmen PPPK KemenHAM 2026
“Kami sangat berharap ada bantuan, baik dari URC Dinas PU atau dinas terkait lainnya. Kami ingin kondisi ini segera dibetulkan agar aktivitas belajar mengajar para siswa kembali aman dan nyaman tanpa rasa takut amblas lagi saat hujan turun,” pungkas Efendi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah