RADAR GRESIK – Ketegangan hebat melanda warga Perumahan Graha Bunder Asri, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas. Seorang warga bernama Fatur Rohman nyaris menjadi korban keganasan seekor ular piton berukuran besar saat sedang beraktivitas membersihkan saluran air di belakang rumahnya.
Insiden tersebut terjadi di tengah guyuran hujan deras yang menyebabkan saluran air di kawasan perumahan tersebut tersumbat.
Peristiwa bermula ketika Fatur menyadari aliran air di selokannya tidak lancar. Berniat mencari penyebab sumbatan, ia kemudian membuka bak kontrol. Namun, hal mengerikan terjadi saat ia memasukkan tangannya ke dalam saluran tersebut, seekor ular piton sepanjang 4 meter tiba-tiba muncul dari kegelapan selokan dan mencoba menyerang.
Beruntung, Fatur dengan sigap langsung menarik tangannya dan menjauh dari lokasi sebelum ular tersebut berhasil menggigitnya.
Dalam kondisi panik, ia segera meminta bantuan warga sekitar yang kemudian meneruskan laporan ke Command Center 112 Gresik dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.
Mendapat laporan darurat, petugas Damkarla Pos Kota langsung dikerahkan ke lokasi. Perwira Piket Damkarla Gresik, Sugiono, menjelaskan bahwa tim rescue harus bekerja ekstra teliti karena ular bersembunyi di dalam saluran air yang sempit dan minim cahaya.
"Petugas segera melakukan penyisiran di area selokan sesuai informasi pelapor. Pencarian berlangsung cukup intens karena posisi ular berada di dalam pipa saluran yang sempit," ujar Sugiono, Jumat (2/1).
Setelah penyisiran selama beberapa waktu, petugas akhirnya berhasil menjepit kepala ular dan menarik tubuh reptil sepanjang 4 meter tersebut keluar dari persembunyiannya. Ular tersebut kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk dievakuasi ke Mako Damkarla agar tidak lagi membahayakan warga.
Pasca-evakuasi, pihak Damkarla Gresik mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area lembap selama musim penghujan.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Selokan dan saluran pembuangan air sering kali menjadi tempat persembunyian favorit hewan melata seperti ular saat mencari tempat yang lebih hangat atau mengejar mangsa seperti tikus," pungkas Sugiono.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga perumahan untuk rutin mengecek kondisi lingkungan sekitar, terutama area yang berpotensi menjadi sarang hewan liar saat cuaca ekstrem melanda. (yud/han)
Editor : Hany Akasah