RADAR GRESIK – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nyaris berubah menjadi petaka bagi satu keluarga asal Sidoarjo.
Bermaksud menikmati keindahan matahari terbenam (sunset) di Pantai Tanjung Ghe'en atau yang juga dikenal dengan nama Tanjung Gaang, Pulau Bawean, empat orang wisatawan justru kehilangan arah dan tersesat di tengah rimbunnya Hutan Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Selasa (30/12).
Peristiwa ini bermula saat Djoko Priantoro bersama tiga anggota keluarganya yang sedang menginap di Hotel Fatin, Sangkapura, memutuskan untuk rekreasi ke Pantai Tanjung Ghe'en di Desa Kumalasa sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan dua unit sepeda motor.
Kapolsek Sangkapura, AKP Ali Fauzi, menjelaskan bahwa sesampainya di area pantai, mereka memarkir kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mencari spot pemandangan terbaik. Namun, masalah muncul saat hari mulai gelap dan mereka berniat kembali ke tempat parkir.
"Usai melihat pemandangan, Djoko beserta keluarganya bermaksud kembali ke lokasi parkiran. Namun, mereka salah mengambil jalur hingga masuk semakin dalam ke area hutan dan tidak berhasil menemukan sepeda motor mereka," ujar AKP Ali Fauzi, Rabu (31/12).
Dalam kondisi panik di tengah hutan yang mulai gelap, Djoko mengambil langkah tepat dengan menghubungi layanan darurat kepolisian di nomor 110. Laporan tersebut segera diterima petugas jaga Polres Gresik dan diteruskan ke Mapolsek Sangkapura untuk tindakan penyelamatan.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sangkapura segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan pencarian. Tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Kepala Desa Kumalasa, serta warga setempat menyisir area hutan yang dicurigai menjadi lokasi tersesatnya para wisatawan.
Upaya pencarian membuahkan hasil sekitar pukul 19.30 WIB. Petugas menemukan Djoko dan keluarganya di tengah hutan wilayah Desa Kumalasa dalam kondisi selamat, meskipun tampak kelelahan.
"Keluarga tersebut berhasil kami temukan dalam keadaan sehat. Petugas kemudian mengevakuasi mereka keluar dari hutan dan mengantar kembali ke Hotel Fatin tempat mereka menginap," tambah Ali Fauzi.
Setelah mendapatkan istirahat yang cukup dan dipastikan kondisinya stabil, satu keluarga tersebut memutuskan untuk mengakhiri masa liburannya lebih awal.
"Tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB, Djoko beserta keluarganya sudah bertolak meninggalkan Pulau Bawean menuju rumahnya di Sidoarjo dengan menggunakan kapal cepat Express Bahari," pungkasnya.
Pihak kepolisian pun mengimbau para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata alam di Bawean untuk selalu memperhatikan waktu dan menandai jalur perjalanan, guna menghindari kejadian serupa, terutama saat menjelang malam hari. (yud/han)
Editor : Hany Akasah