RADAR GRESIK – Ratusan rumah warga di Kabupaten Gresik kembali terendam banjir susulan pada Rabu (19/11) akibat luapan Sungai Kali Lamong. Banjir ini dilaporkan melumpuhkan aktivitas warga, khususnya di Kecamatan Menganti.
Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah RW 09 Perumahan Oma Indah dan Graha Menganti, Desa Bringkang. Ketua RW 09, Hariyono, memperkirakan sebanyak 900 rumah di kawasan tersebut terdampak genangan air.
“Kondisi banyak rumah yang tergenang. Kira-kira ada sekitar 900-an rumah yang tergenang,” ucap Hariyono, Rabu (19/11).
Ketinggian air di wilayah tersebut bervariasi antara 20 sentimeter hingga 50 sentimeter, yang secara signifikan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hariyono menyebut, banyak warga terpaksa tidak dapat berangkat kerja, dan anak-anak sekolah harus diliburkan. "Ya terpaksa tidak sekolah hari ini," katanya.
Warga setempat mengeluhkan bahwa ini adalah banjir kali kedua yang terjadi dalam waktu berdekatan. Hissa (49), seorang ibu rumah tangga di Perumahan Graha 2 Menganti, menjelaskan bahwa banjir pertama terjadi pada minggu lalu, yakni hari Rabu dan Kamis.
“Iya ini banjir susulan setelah banjir pada Minggu kemarin. Nah setelah air surut, namun pada hari Senin, 17-11-2025, hujan deras sehingga banjir lagi. Untuk ketinggian air sekitar 20 hingga 70 sentimeter,” jelas Hissa, yang terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet BPBD Gresik.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Gresik, Sukardi, mengonfirmasi bahwa banjir akibat luapan aliran Sungai Kali Lamong ini telah meluas. Jika sebelumnya hanya dua desa, kini banjir berdampak ke sebanyak empat desa di dua kecamatan.
Sukardi menyebut tingginya intensitas hujan di wilayah hulu menjadi pemicu utama luapan Sungai Kali Lamong semakin membesar.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Desa Bringkang, Desa Pranti, Desa Beton, dan Desa Gluranploso. "Kemarin terdampak dua desa, sekarang bertambah menjadi empat desa," ungkapnnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah