Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tak Ada Jadwal Kapal, Jenazah Warga Bawean Terpaksa Dipulangkan Menggunakan Perahu Nelayan dari Madura

Yudhi Dwi Anggoro • Rabu, 19 November 2025 | 03:06 WIB
DIJEMPUT KELUARGA : Pihak keluarga saat menggunakan perahu nelayan (kalotok) menjemput pulang jenazah keluarganya dari Madura ke Pulau Bawean untuk dimakamkan.
DIJEMPUT KELUARGA : Pihak keluarga saat menggunakan perahu nelayan (kalotok) menjemput pulang jenazah keluarganya dari Madura ke Pulau Bawean untuk dimakamkan.

RADAR GRESIK – Tidak adanya jadwal keberangkatan kapal yang melayani rute Gresik-Bawean pada Senin (17/11) telah menimbulkan nestapa bagi keluarga di Pulau Bawean. Akibatnya, pemulangan jenazah warga asal Bawean harus dilakukan menggunakan perahu nelayan, yang dikenal warga setempat sebagai perahu kalotok.

Jenazah yang dibawa adalah Sahnih (49), warga Pamona, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Bawean. Karena ketiadaan kapal dari Gresik, jenazah yang sudah dimasukkan peti tersebut terpaksa dibawa menyeberang ke Pulau Madura sebagai titik terdekat untuk penjemputan laut.

Jenazah sempat dirujuk ke RSUD Ibnu Sina pada Minggu siang (16/11) dan meninggal dunia pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut sopir Ambulans Persatuan Saudagar Bawean (PSB), Farisi, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (17/11).

Farisi menyayangkan kondisi jadwal kapal yang tidak maksimal, meskipun sebelumnya sempat ada penambahan kapal cepat yang melayani rute Bawean.

Sementara itu, Kepala Desa Sidogedungbatu, Supar, menjelaskan bahwa karena tidak ada jadwal kapal, pihak keluarga almarhum yang kebetulan memiliki perahu kecil segera berangkat untuk menjemput jenazah.

"Perahu nelayan berangkat pukul 22.00 WIB, menempuh perjalanan sekitar 7 jam menuju Madura. Tiba sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (17/11)," ucap Supar.

Supar menambahkan, sebenarnya saat almarhum meninggal, ada kapal KMP Gili Iyang tujuan Paciran-Bawean. Namun, keterbatasan waktu membuat kapal tersebut tidak bisa dijangkau.

Jenazah akhirnya dibawa dengan perahu kalotok dari Pulau Madura, tiba kembali di Pulau Bawean sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung dimakamkan. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#perahu #Madura #gresik #nelayan #BAWEAN