RADAR GRESIK – Membiasakan siswa gemar membaca serta mengasah kemampuan akademik dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan proses belajar mengajar rutin di dalam kelas.
Berbagai kesempatan belajar di luar kelas perlu dimanfaatkan guna menumbuhkan kreativitas, memperluas wawasan, sekaligus mengukur sejauh mana peta kemampuan para pelajar.
Guna mewujudkan hal tersebut, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ma’arif Al Karimi Gresik turut ambil bagian secara aktif dalam gelaran program tahunan Sinau Bareng Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2026.
Baca Juga: Sinau Bareng Radar Gresik Hadir di SMP YPI Darussalam 1 Cerme, Wabup Tinjau Langsung Literasi Siswa
Ajang literasi massal ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Radar Gresik dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta, serta Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) se-Kabupaten Gresik.
Kepala SMP Ma’arif Al Karimi Gresik, Sholahiyah, mengungkapkan bahwa sebanyak 56 siswa kelas VIII di sekolahnya diterjunkan langsung untuk mengikuti program edukatif ini. Menurutnya, Sinau Bareng menjadi ruang alternatif yang sangat efektif bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan belajar yang segar dan menyenangkan.
“Belajar itu tidak harus selalu di dalam kelas. Setiap momentum dan kesempatan bisa menjadi ruang berharga bagi anak-anak untuk tumbuh, mengasah diri, dan meraih prestasi,” ujar Sholahiyah, Rabu (14/10).
Baca Juga: Program Sinau Bareng Menyapa SMPN 5 Gresik, Wabup Dorong Keseimbangan Hard Skill dan Soft Skill
Sholahiyah menegaskan bahwa keterlibatan para siswanya dalam program ini dirancang untuk menumbuhkan minat belajar sekaligus mendekatkan dunia pelajar dengan media koran cetak.
Melalui sajian bahan bacaan koran yang informatif serta latihan lembar soal, siswa dilatih untuk lebih terbiasa memahami informasi, berpikir kritis, hingga mengasah keterampilan numerasi.
Apalagi, penguatan literasi dan numerasi kini menjadi fondasi utama dalam kurikulum pendidikan. Siswa tidak sekadar dituntut mampu membaca teks, namun wajib memahami esensi bacaan, mengolah data informasi, serta menyelesaikan persoalan secara presisi.
Baca Juga: Buka Sinau Bareng 2026, Wabup Gresik Komitmen Tingkatkan Literasi dan Character Building
“Harapan kami, melalui media koran ini anak-anak bisa berekspresi sekaligus meningkatkan semangat belajar, terutama dalam memperkuat literasi dan numerasi mereka,” imbuhnya.
Di samping membangun tradisi literasi, gelaran Sinau Bareng ini diharapkan menjadi sarana edukasi awal untuk mengenalkan karakteristik model soal akademik kepada peserta didik.
Pembiasaan pengerjaan soal secara bertahap ini diproyeksikan sebagai tolok ukur kesiapan siswa saat berhadapan dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) mendatang.
Baca Juga: Buka Sinau Bareng 2026, Wabup Gresik Komitmen Tingkatkan Literasi dan Character Building
“Dengan pembiasaan mengerjakan latihan soal dan memahami materi secara berkesinambungan, siswa dapat mengukur batas kemampuannya serta memetakan aspek akademik mana yang masih perlu ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik