RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus memperkuat komitmennya dalam memajukan mutu pendidikan serta membentuk karakter unggul generasi penerus bangsa.
Komitmen tersebut direalisasikan melalui rangkaian kunjungan kerja program Sinau Bareng Bupati dan Wakil Bupati Gresik 2026 yang berkolaborasi dengan Radar Gresik.
Pada kesempatan kali ini, Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P. (Dokter Alif), hadir menyapa langsung civitas akademika di UPT SMP Negeri 5 Gresik (sebelumnya dikenal sebagai SMPN 1 Cerme).
Baca Juga: Antusiasme Warga Gresik Manfaatkan Layanan Bus Trans Jatim Gratis di Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim
Kedatangan Wabup Alif beserta jajaran kepala dinas dan kepala bidang disambut hangat oleh Plt Kepala UPT SMPN 5 Gresik, H. Muhammad Kholik, S.Sos., M.AP. Dalam sambutannya, Kholik mengapresiasi tinggi program Sinau Bareng yang dinilainya sangat strategis untuk menguji kemampuan sekaligus mendongkrak tingkat literasi dan numerasi para siswa, khususnya kelas VIII.
"Mudah-mudahan ini merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa-siswi kita, sekaligus memberikan tantangan untuk mengeluarkan semua kemampuan dalam mengerjakan soal-soal. Ini program yang sangat baik dan siap kami dukung setiap tahunnya," ungkap Kholik.
Dalam pemaparan profil sekolah, Kholik melaporkan bahwa UPT SMPN 5 Gresik saat ini didukung oleh 66 tenaga pendidik dan kependidikan yang terdiri dari PNS, PPPK, PPPK paruh waktu, hingga tenaga wiyata bakti.
Baca Juga: Buka Sinau Bareng 2026, Wabup Gresik Komitmen Tingkatkan Literasi dan Character Building
Sekolah ini membina sebanyak 1.028 siswa yang terbagi ke dalam 30 rombongan belajar (rombel). Kholik berharap pembinaan intensif dari pemerintah daerah mampu mencetak siswa yang berdisiplin dan berprestasi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Di hadapan para tenaga pendidik, Wabup Asluchul Alif menitipkan pesan krusial agar pola pengajaran tidak sekadar berfokus pada capaian akademis (hard skill), melainkan seimbang dengan pembentukan mental dan etika (soft skill).
"Saya berharap guru-guru di sini mengajari dua hal, yaitu hard skill dan soft skill. Namun yang paling penting adalah soft skill. Jangan sampai anak-anak kita hilang soft skill-nya saat hard skill-nya meningkat. Kedua hal ini harus tumbuh seimbang," tegas Dokter Alif.
Ia juga mengingatkan para guru muda untuk selalu menjaga kewibawaan dan kesopanan agar menjadi teladan ideal bagi peserta didik.
Baca Juga: Tercium Bau Menyengat, Pria Asal Kebomas Gresik Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos
Dokter Alif menegaskan bahwa Pemkab Gresik menjadikan sektor kesehatan dan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan guna mengentaskan kemiskinan. Sebagaimana layanan kesehatan gratis di Puskesmas dan RSUD tanpa memikirkan untung-rugi, tata kelola pendidikan juga diterapkan dengan prinsip transparansi dan integritas tinggi.
Ia menjamin bahwa sistem birokrasi dan jenjang karier kepala sekolah kini dikelola secara profesional berbasis Manajemen Talenta (MyASN), bebas dari praktik pungutan liar maupun setoran. Dengan jaminan tersebut, para guru diharapkan dapat fokus mencurahkan perhatian penuh pada peningkatan mutu kegiatan belajar-mengajar.
Mengakhiri arahannya, Dokter Alif berpesan agar para tenaga pendidik terus meningkatkan kompetensi dan tidak gagap menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, terutama integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan siswa.
Baca Juga: Bertemu Para Kades, Jiddan Dorong Diversifikasi Pendapatan Desa Guna Antisipasi Efisiensi TKD 2027
"Bapak dan Ibu guru jangan sampai kalah banter (cepat) dengan siswanya. Bapak dan Ibu harus terus update ilmunya. Saya doakan semuanya sukses dan anak-anak didik kita kelak menjadi orang-orang yang sukses," pungkas Dokter Alif. (nov/rir)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik