RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) secara resmi menyambut kedatangan para mahasiswa baru melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Silo Aethera 2026 yang dilangsungkan dari Rabu (07/10) hingga Jumat (09/10).
Upacara pembukaan acara ini diselenggarakan secara khidmat pada Rabu (07/10) di Halaman Wisma Djendral Achmad Yani, Gresik, dengan diikuti oleh total 592 peserta yang siap memulai langkah awal perjalanan akademik mereka.
Dalam laporannya, Dosen Informatika UISI, Zain Fawwas Nuruddin Siswantoro, S.Kom., M.Kom., MCE., menyampaikan bahwa angka tersebut mencakup 57 mahasiswa angkatan sebelumnya yang turut bergabung untuk berproses bersama angkatan PKKMB saat ini yaitu angkatan Satya Ismaya 14.
Rincian sebaran peserta tersebut terdiri atas Teknik Logistik sebanyak 91 mahasiswa, Teknologi Industri Pertanian 48 mahasiswa, Informatika 47 mahasiswa, Sistem Informasi 60 mahasiswa, Desain Komunikasi Visual 36 mahasiswa, Teknik Kimia 57 mahasiswa, Manajemen Rekayasa 64 mahasiswa, Manajemen Bisnis Islam 29 mahasiswa, Akuntansi 52 mahasiswa, serta Manajemen sebanyak 106 mahasiswa.
Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CBV, turut menyambut hangat para mahasiswa baru dan menyampaikan bahwa melalui rangkaian kegiatan AETHERA SILO UISI 2026, mahasiswa baru diharapkan mampu beradaptasi dengan kehidupan kampus, mengembangkan potensi, serta tumbuh menjadi mahasiswa yang aktif, disiplin, bertanggung jawab, kolaboratif, dan peduli terhadap lingkungan sekitar untuk mewujudkan semangat Kampus Berdampak menuju Indonesia Emas 2045.
Baca Juga: KKN UISI 2026, Inovasi Mahasiswa untuk Hadirkan Solusi Konkret Ekonomi dan Ekosistem Desa
"Jadilah Generasi AETHERA yang berani bermimpi, berani mencoba, dan berani melampaui batas, serta manfaatkan setiap proses di UISI sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh, dan menemukan potensi terbaik dalam diri kalian untuk menjadi pemimpin di mana pun berada." harap Dr. Eka Ananta
Lebih lanjut, Rektor UISI tersebut juga menjelaskan bahwa perbedaan utama antara siswa dan mahasiswa terletak pada pergeseran pusat pembelajaran yang kini berpusat pada diri mahasiswa sendiri.
"Jangan pernah takut untuk mencoba, jangan pernah takut untuk melangkah, karena dalam keberanian tersebut kita mungkin saja melakukan kekeliruan, dan dari kekeliruan itulah kita akan memperoleh pelajaran yang berharga". jelas Dr. Eka Ananta.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris SIG Foundation (Semen Indonesia Foundation), Firdiansyah Oktarizky, S.Sos., mengingatkan bahwa masa transisi dunia kampus merupakan awal perjalanan besar yang membutuhkan konsistensi dan karakter yang kuat.
"Jangan pernah meremehkan langkah kecil yang kalian ambil hari ini, karena masa depan tidak sedang menunggu kalian di depan sana, melainkan sedang dibangun oleh pilihan, tindakan, dan usaha yang kalian mulai di hari ini." Jelas Firdiansyah.
Semangat dan filosofi acara ini turut diperkuat oleh penjelasan ketua pelaksana AETHERA SILO UISI 2026, Nabil Kusuma Mas'ud, yang menjelaskan bahwa tagline "Rise Beyond Horizon" terinspirasi dari luasnya langit dan Pegasus untuk mengajak mahasiswa melampaui batas diri, berani bermimpi, berpikir terbuka, dan terus berkembang melalui semangat Freedom of Expression, di mana mahasiswa baru diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan, menghargai keberagaman, dan membangun kolaborasi dalam lingkungan yang inklusif.
Baca Juga: Cetak Talenta Unggul Hadapi AI, UISI Lantik 346 Lulusan dengan Sepuluh Kompetensi Utama Masa Depan
Penyelenggaraan PKKMB kali ini juga diwarnai oleh kehadiran mahasiswi inspiratif berusia 49 tahun asal Cerme, Gresik, yaitu Sri Wahyuni yang merupakan seorang ibu rumah tangga mengambil Program Studi S1 Akuntansi yang menunjukkan semangat luar biasa untuk terus belajar demi meningkatkan kapasitas diri.
"Hidup di dunia hanya sekali, maka ukirlah cerita yang indah di dalamnya, dan mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita R.A. Kartini." ujar Sri menyampaikan motto hidupnya.
Dalam sesi pengenalan dunia akademik UISI, para dekan dari masing-masing fakultas memaparkan visi, potensi, serta arah perjalanan studi bagi para mahasiswa baru. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Bambang Tutuko, S.E., M.M., CFP., menyampaikan bahwa FEB mengusung tagline keberkahan, unggul, dan banyak cuan dengan menempatkan spiritualitas sebagai nafas utama pembelajaran melalui tiga program studi sarjana yaitu Manajemen, Akuntansi, dan Manajemen Bisnis Islam, serta satu program magister.
Selanjutnya, Dekan Fakultas Teknologi dan Industri Kreatif (FTIK), Dr. Putri Amelia, S.T., M.T., M.Eng., M.C.E., M.O.S., menjelaskan bahwa FTIK yang menaungi program studi Sistem Informasi, Informatika, dan Desain Komunikasi Visual (DKV) berkomitmen mencetak generasi yang adaptif dan inovatif di era perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) yang juga akrab disapa oleh para mahasiswa sebagai Miss Prita (Prita Meilanitasari, S.T., M.T., Ph.D.), memperkenalkan empat program studi di bawah naungannya, meliputi Manajemen Rekayasa, Teknik Logistik, Teknik Kimia, dan Teknologi Industri Pertanian yang berfokus memberikan solusi nyata berbasis industrial.
Melalui pemaparan dari tiap-tiap fakultas ini, mahasiswa baru diajak untuk mengenali potensi spesifik bidang keilmuan mereka sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional dengan kompetensi akademik dan non-akademik yang matang.
"Kerjakan tugasnya dengan penuh kesenangan, karena niatnya diawali dengan semangat untuk menempuh pelajaran di kampus tercinta ini." jelas Dr. Putri Amelia, Dekan Fakultas Teknologi dan industri Kreatif.
Kegiatan PKKMB UISI pun semakin menarik dengan kehadiran Vina A. Muliana, seorang konten kreator ternama dan praktisi di bidang Sumber Daya Manusia yang memberikan materi mengenai persiapan karier masa depan dengan menekankan pentingnya merencanakan langkah sejak awal perkuliahan melalui konsep modal 3C yang mencakup clarity (kejelasan arah dan tujuan karier), competitiveness (daya saing untuk menghadapi ratusan atau ribuan pelamar lain), serta connections (membangun jaringan yang berkualitas).
Menurut Vina, untuk menjadi pegawai atau profesional yang unggul dan siap diangkat oleh perusahaan, seseorang harus memiliki tiga faktor utama yang didapatkan dari berbagai kegiatan kampus seperti perkuliahan yang baik beserta perolehan IPK tinggi akan mendukung faktor pengetahuan, kegiatan magang dan kerelawanan (voluntir) memperkuat keterampilan, serta keterlibatan dalam organisasi melatih sikap dan kepribadian yang positif.
“Oleh karena itu, sebagai mahasiswa diimbau untuk tidak bersikap "mendang-mending" dalam memilih kegiatan, melainkan aktif mengeksplorasi berbagai pengalaman guna memaksimalkan ketiga aspek kompetensi tersebut, semuanya saling berkesinambungan agar generasi muda tidak hanya sekadar lulus membawa ijazah, melainkan memiliki daya saing yang kuat, jaringan yang luas, serta mental adaptif di tengah persaingan global yang kompetitif.” pungkas Vina. (nov/han)
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik