RADAR GRESIK – Suasana penuh kebersamaan dan kenangan masa muda mewarnai helatan reuni temu kangen alumni SMAN Gresik (kini SMAN 1 Gresik) angkatan 1979, 1980, dan 1981 pada Sabtu (3/10/2026) pagi.
Bertempat di Ballroom Hotel Horison, Jalan Kalimantan, Kawasan Gresik Kota Baru (GKB), momen emosional tersebut menjadi ajang spesial bagi ratusan alumni untuk menyambung kembali tali silaturahmi setelah lebih dari empat dekade berpisah.
Mengangkat tema unik "Yuuuk Pulang Kampung", perhelatan ini tak sekadar menjadi wadah melepas rindu, melainkan juga sarana memupuk solidaritas serta mengenang kembali masa-masa bersekolah di masa lalu.
Baca Juga: Perkuat Aslinmas di Tingkat Desa, Camat Manyar Sidak Betoyoguci Guna Antisipasi Kerawanan
Kala itu, sekolah legendaris tersebut populer dengan julukan "SMAN Klorak"—sebuah sebutan nostalgik karena area lingkungan sekolah saat itu masih dikelilingi pagar tanaman klorak dan ruas Jalan A.R. Hakim belum terbentuk.
Suasana reuni makin pecah dan meriah saat bintang tamu guest star Farhan naik ke atas panggung membawakan deretan lagu energik yang mengajak para alumni bernyanyi dan berjoget bersama.
Perwakilan alumni angkatan 1979, Hudi Soeyanto, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi mendalam atas kolaborasi lintas angkatan yang membuat reuni akbar ini dapat berjalan sukses.
Baca Juga: Peringati HUT ke-63, SMK SIG Gelar Ngaji dan Sholawatan Bareng Abah Qosim Sekaligus Launching SPMB
"Terselenggaranya acara ini adalah hasil kekompakan seluruh alumni 79-80-81. Dukungan moril maupun materiil yang luar biasa, ditambah tingkat kehadiran yang mencapai 85 persen, membuktikan bahwa semangat silaturahmi dan kebersamaan kami masih sangat kuat meski sudah 40 tahun lebih berlalu," ungkap Hudi Soeyanto.
Panitia penyelenggara, Udik Soetarto, menuturkan bahwa selain bernostalgia mengenang masa-masa saat mengenakan seragam putih dan cokelat khaki, tujuan utama reuni ini adalah memberikan panggung penghormatan tertinggi kepada para purna guru yang telah berjasa membimbing mereka hingga sukses di berbagai bidang.
"Terima kasih yang mendalam kami haturkan kepada seluruh bapak dan ibu guru atas kesabaran, ketekunan, serta dedikasi tanpa lelah dalam mendidik kami hingga bisa menjadi pribadi seperti sekarang ini," tutur Udik yang didampingi Humas Reuni, Ari Wahjoedi (alumni 1981).
Baca Juga: Tumpeng Setinggi 3 Meter Jadi Rebutan, Puncak HUT ke-20 SMABOM Diwarnai Peresmian Ikatan Alumni
Rasa haru dan bangga turut dirasakan oleh salah satu purna guru yang hadir, Halimatus Sa'diyah. Guru yang akrab disapa Bu Halimah ini mengaku takjub melihat solidaritas para alumni yang tetap santun dan menaruh rasa hormat tinggi pada almamaternya.
"Melihat semangat dan ikatan kekeluargaan anak-anak alumni, sungguh sangat membanggakan. Kepedulian mereka terhadap guru dan almamater membuktikan bahwa nilai-nilai karakter luhur yang kami tanamkan dahulu masih melekat kuat. Semoga ini menginspirasi angkatan-angkatan lainnya," puji Bu Halimah.
Senada, penasihat panitia acara, Aunur Rofiq—atau yang akrab disapa Cak Nung—menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran panitia yang telah bekerja keras menyatukan ratusan alumni dalam satu ruangan.
Baca Juga: Keluhkan Fasilitas Air dan Keramik Rusak, Pengelola Makam Panjang Leran Berharap Perhatian
"Setelah lebih dari empat dekade, akhirnya kita bisa kembali berkumpul dan bertatap muka. Ini bukan sekadar reuni biasa, tetapi menjadi panggung apresiasi dan penghargaan atas jasa besar guru-guru tercinta kita," pungkas Cak Nung. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik