Gandeng Bakesbangpol, Kemenag Gresik Masifkan Edukasi Remaja Cegah Pergaulan Bebas

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 18:25 WIB
AUDIENSI : Kemenag Gresik bersama Bakesbangpol Gresik saat audiensi edukasi remaja cegah pergaulan bebas. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
AUDIENSI : Kemenag Gresik bersama Bakesbangpol Gresik saat audiensi edukasi remaja cegah pergaulan bebas. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Menanggapi maraknya keresahan masyarakat terhadap maraknya keberadaan warung pangkon yang berpotensi memicu pergeseran moral generasi muda, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik mengambil langkah proaktif.

Kemenag menggelar audiensi strategis bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gresik, Satpol PP, Dinas Sosial, serta Forum Peduli Gresik (FPG), Jumat (2/10/2026).

Pertemuan lintas instansi tersebut membedah dinamika kondisi sosial-keagamaan masyarakat, khususnya strategi pembentengan para remaja dari ancaman pergaulan bebas dan penyakit masyarakat.

Baca Juga: Empat MI di Gresik Rusak Parah, Kemenag Ajukan Bantuan ke Pusat

Kepala Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, menegaskan bahwa identitas Kabupaten Gresik sebagai Kota Santri dan Kota Wali harus dijaga bersama melalui pendekatan edukasi religius yang berkesinambungan.

"Kami siap berkolaborasi sesuai dengan fungsi Kemenag. Kami terus memberikan pemahaman bahwa Gresik adalah Kota Santri dan Kota Wali. Ajaran agama secara tegas melarang hubungan bebas tanpa ikatan perkawinan yang sah," tegas Ali Faiq. 

Sebagai bentuk aksi nyata, Kemenag Gresik bakal memperluas jangkauan sosialisasi dan literasi moral ke sekolah-sekolah, mulai dari jenjang Madrasah Aliyah (MA) atau sederajat hingga perguruan tinggi. Edukasi diarahkan agar nilai-nilai agama tidak sebatas menjadi hafalan teori di ruang kelas, melainkan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Tragis! Diduga Cemburu, Perempuan Asal Surabaya Tega Bacok Tunangan Hingga Meninggal

"Kami siap turun melakukan sosialisasi kepada siswa MAN, sekolah sederajat, hingga mahasiswa tentang pentingnya menerapkan nilai agama dalam setiap langkah kehidupan agar tidak terjerumus pada kemungkaran," terangnya.

Tak hanya itu, Kemenag Gresik mengoptimalkan peran vital lebih dari 150 penyuluh agama yang tersebar di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) tingkat kecamatan.

Para penyuluh akan menggencarkan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) serta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin, baik secara tatap muka maupun melalui platform daring.

Baca Juga: Apresiasi Tata Kelola Dana Publik, LPS Boyong Penghargaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026

Materi pembinaan mencakup penguatan fondasi spiritual, edukasi pencegahan penyakit menular seksual, hingga pembentukan karakter keluarga sakinah.

Langkah responsif dan kolaboratif Kemenag Gresik mendapat apresiasi positif dari Kepala Bakesbangpol Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan. Menurutnya, penanganan masalah sosial dan moral tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu instansi.

"Sinergi lintas sektor ini sangat penting karena persoalan moral, kesehatan, dan lingkungan sosial saling berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda Gresik. Melalui keterlibatan berbagai pihak, langkah pembinaan tidak lagi bersifat reaktif saat ada kasus, melainkan tindakan preventif yang terstruktur di lingkungan sekolah, keluarga, hingga masyarakat," pungkas Nanang. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Warung gresik Kemenag Edukasi Bakesbagpol