RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) sukses menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-X (Periode Kesepuluh) pada Sabtu (03/10), bertempat di Grand Ballroom Hotel Aston Gresik. Sidang senat ini dipimpin langsung oleh Ketua Senat Kehormatan dari SIG, Dr. Effnu Subiyanto, S.T., MBA yang secara resmi melantik 346 wisudawan sebagai alumnus UISI tahun akademik 2025/2026.
Momen wisuda kali ini terasa semakin istimewa karena merupakan pelulusan angkatan pertama dari Program Magister Manajemen UISI.
Dalam laporan akademik dan kemahasiswaan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) tahun 2026 yang disampaikan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Eng. Ufafa Anggarini, S.Si., M.Si., tercatat sebanyak 346 wisudawan resmi dilantik, terdiri dari 331 lulusan program Sarjana dari 10 program studi (prodi) dengan IPK rata-rata 3,65 serta masa studi 7,9 semester, dan 15 lulusan Magister Manajemen Korporasi dengan IPK rata-rata 3,92 yang seluruhnya meraih predikat dengan pujian.
Selain pencapaian akademik 259 lulusan dengan predikat cumlaude yang gemilang, ada pula 41 lulusan yang rampung hanya dalam tujuh semester dan memperoleh poin SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) tinggi, ada pula 191 wisudawan juga telah dibekali berbagai sertifikasi profesi (seperti BNSP dan IKAI), serta 34 persen lulusan telah terserap secara aktif di dunia kerja, wirausaha, maupun program magang bersertifikat di perusahaan terkemuka seperti SIG dan Petrokimia Gresik sebelum diwisuda.
Keberhasilan institusi ini turut dikuatkan oleh diraihnya akreditasi "Baik Sekali" dari BAN-PT, predikat unggul di bidang kemahasiswaan oleh Belmawa Kemendikbud, serta berbagai program integrasi strategis seperti Kuliah kerja Nyata (KKN) di Gresik dan kolaborasi industri internasional guna mencetak lulusan yang siap berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: KKN UISI 2026, Inovasi Mahasiswa untuk Hadirkan Solusi Konkret Ekonomi dan Ekosistem Desa
Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CBV., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para lulusan, termasuk apresiasi khusus kepada para peraih IPK tertinggi.
"Atas capaian akademik tersebut, saya apresiasi kepada para wisudawan, semoga pencapaian ini menjadi bagian perjalanan akademik yang bermakna serta menjadi bekal untuk terus berkarya, berintegritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat," ujar Dr. Eka Ananta Sidharta.
Lebih lanjut, Rektor UISI tersebut juga mengingatkan bahwa para lulusan saat ini harus siap menghadapi perubahan dunia yang sangat cepat akibat kecerdasan artifisial, otomatisasi tingkat tinggi, transformasi digital, perubahan iklim, transisi energi, perubahan demografi, ketidakpastian ekonomi, serta pergeseran ekspektasi masyarakat yang telah mengubah cara manusia bekerja dan hidup.
Oleh karena itu, perguruan tinggi dituntut untuk tidak hanya mencetak lulusan yang sekadar bertahan, melainkan individu yang mampu menemukan arah serta menciptakan solusi bernilai bagi sesama.
Sebagai langkah nyata menjawab tantangan zaman tersebut, UISI menerapkan terobosan baru pada wisuda periode ini di mana ijazah para lulusan kini wajib disertai dengan sertifikasi kompetensi profesional sebagai pendamping ijazah.
Lebih lanjut, Rektor UISI memaparkan setidaknya sepuluh kompetensi utama yang harus dikuasai lulusan yaitu Artificial Intelligence Literacy, Literasi Data dan Analytical Thinking, Critical Thinking and Innovation, Systems Thinking, Adaptability and lifelong Learning, Communication, Collaboration and Leadership, Entrepreneurial Mindset, Ethical Judgment dan Integrity, Sustainable Competence, Social Intelligence and Global Citizenship.
Yang mana semua poin tersebut telah diintegrasikan melalui berbagai program strategis bersama Direktur Kemahasiswaan UISI untuk memperkuat kompetensi dan dirancang secara sistematis agar para alumni tidak hanya siap menghadapi dunia kerja masa depan, tetapi juga mampu membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
"IPK yang tinggi merupakan sesuatu yang wajib dibanggakan, akan tetapi kompetensi juga merupakan satu hal yang perlu diupayakan," tegas Dr. Eka Ananta Sidharta.
Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sekaligus Guru Besar Pertama Bidang AI di Indonesia, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU yang hadir secara langsung sebagai keynote speaker dalam memberikan orasi ilmiah menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kini telah menjadi kenyataan teknologi yang menyusup di setiap lini kehidupan modern, mulai dari sistem pengenalan wajah hingga pemrosesan data masif.
Kendati menawarkan kemudahan dan lompatan inovasi yang besar, perkembangan teknologi ini turut memunculkan tantangan baru yang esensial, seperti risiko agen AI yang bertindak di luar kendali serta pergeseran lanskap tenaga kerja di masa depan.
Oleh karena itu, Prof. Marsudi menekankan perlunya pemahaman mendalam, etika, regulasi yang kuat, serta kesadaran bahwa manusia tidak akan digantikan oleh AI, melainkan oleh manusia lain yang menguasai AI. Pesan reflektif tersebut turut disampaikannya melalui pembacaan puisi karyanya sendiri untuk membakar semangat para lulusan agar senantiasa mendedikasikan ilmu bagi tanah air.
"Ketika kau diwisuda, disaksikan seribu pasang mata, didengar seribu pasang telinga, tapi sudahkah kau bertanya: kau akan jadi apa? Aku yakin kau sudah menyimpan jawabannya. Ketika kau diwisuda, tatapkan mata, tetapkan asa, jadilah pahlawan bangsa. Mengabdi pada pertiwi tercinta, tanah air, nusa, bangsa, dan negara." Ujar Prof. Marsudi.
Mewakili para lulusan program Magister Manajemen (UISI), dr. Tawang Arief Nugroho menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjuangan menempuh pendidikan di tengah kesibukan profesional sebagai pengurus PT Cipta Nirmala di Rumah Sakit Semen Gresik, di mana pencapaian gelar hari ini tidak hanya menandai keberhasilan akademik, melainkan juga buah dari waktu, pengorbanan, dan doa dari orang-orang tercinta. Dalam pidatonya, ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai landasan untuk membangun cara berpikir dan kebijaksanaan dalam menghadapi era perubahan teknologi yang serba cepat.
"Pendidikan adalah proses membangun cara berpikir, pendidikan mengajarkan kita bahwa sebuah persoalan tidak selalu memiliki satu jawaban, bahwa keputusan yang baik membutuhkan tidak hanya data tetapi juga wisdom atau kebijaksanaan, bahwa strategi bukan sekedar rencana melainkan kemampuan membaca perubahan dan dapat mengambil keputusan yang tepat pada saat yang tepat." Tutur dr. Tawang.
Senada dengan hal tersebut, mahasiswa berprestasi dari Prodi Manajemen Rekayasa, Faqih Hadi Pangestu dengan IPK 3,72 menyampaikan pesan dan kesan yang penuh inspirasi dan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah ditempuh bersama di UISI.
Dirinya mengenang suka duka perjuangan mahasiswa mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi ketatnya proses akademik dan revisi skripsi, hingga arti penting dukungan keluarga serta doa dari orang tua, dan juga mengingatkan rekan-rekan sesama lulusan untuk senantiasa menggunakan ilmu yang diperoleh guna memberikan dampak nyata dan mengangkat derajat masyarakat sekitar.
"Jangan hanya menjadi sarjana yang berhasil menemukan tempat di dunianya, tetapi jadilah manusia yang membuat dunia merasa lebih baik karena ada kita." pesan Faqih Hadi Pangestu
Pihak institusi juga memaparkan data strategis terkait penyerapan lulusan dan kualitas pendidikan, di mana sebagian besar wisudawan telah terserap di dunia kerja bahkan sebelum kelulusan mereka disahkan, didukung oleh kebijakan wajib sertifikasi kompetensi pendamping ijazah, peningkatan standar bahasa asing, serta program magang bersertifikat di berbagai perusahaan terkemuka.
Selain itu, UISI juga tetap konsisten menjaga mutu pengajaran yang didukung hampir 60 persen lulusan dosen-dosen Doktoral berkualitas lulusan dalam dan luar negeri (seperti UK, Taiwan, Jepang, dan Korea) demi mewujudkan visi Industrial University yang menghasilkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
“Dengan ilmu, dengan sesama, dan terutama dengan masyarakat, teruslah belajar, berkarya, berinovasi, teruslah menjaga integritas, teruslah memberi manfaat. UISI mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan, sukses dalam karier yang juga kaya dalam makna, jadilah generasi yang tidak hanya mengejar masa depan tapi ikut membentuk masa depan, yang kelak ketika menoleh ke belakang dapat berkata: 'Ilmu yang saya miliki telah saya gunakan untuk membuat dunia lebih baik," pesan Dr. Eka Ananta, Rektor UISI. (nov/Han)
Adapun daftar nama wisudawan berprestasi UISI tahun akademik 2025/2026, yaitu :
- dr, Dzul Arsyilana, MM dari Prodi Magister Managemen korporasi dengan IPK 4,00
- Muhammad El Khandiyas, S.M. dari Prodi Manajemen dengan IPK 3,97
- Gita Marsya Wulandari, S.Ak dari Prodi Akutansi dengan IPK 3,95
- Riana Filla Adilla, SE dari Prodi Ekonmi Syariah dengan IPK 3,97
- Faqih Hadi Pangestu, ST dari Prodi Manajemen Rekayasa dengan IPK 3,72
- Amanda Dewi Cahyani, ST dari Prodi Teknik Logistik dengan IPK 3,98
- Deviana Rahayu, ST dari Prodi Teknik Kimia dengan IPK 3,76
- Cikal Falsandy, S.TP dari Prodi Teknologi Industri Pertanian dengan IPK 3,84
- Hudiyatus Akda Abdillah, S.Kom dari Prodi Informatika dengan IPK 3,66
- Nur Haliza S.Kom dari Prodi Sistem Informasi dengan IPK 3,89
- Firman Maulana S.Ds dari Prodi Desain Komunikasi Visual dengan IPK 3,94
Sumber : Radar Gresik