Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Gresik Perkuat Dukungan Akademik dan Keagamaan di Sekolah Rakyat

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:53 WIB
DISKUSI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat diskusi bersama wali asuh dan wali asrama di SR Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)
DISKUSI : Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat diskusi bersama wali asuh dan wali asrama di SR Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Keberadaan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Gresik tidak hanya dituntut untuk mencetak siswa berprestasi secara akademik, melainkan juga menerapkan sistem pengasuhan karakter yang kokoh.

Pasalnya, model sekolah berasrama (boarding school) ini membutuhkan pembagian peran yang terintegrasi antara kepala sekolah, guru, wali asuh, wali asrama, hingga pendamping sosial.

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat memimpin diskusi dan evaluasi bersama jajaran tenaga pendidik serta pengasuh di Aula SR Terintegrasi 1 Gresik, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Menunggu Pengesahan P-APBD 2026, Pengolahan Sampah di TPST Ngipik Terpaksa Dihentikan Sementara

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini menjelaskan bahwa pola pendidikan berasrama memiliki dinamika tersendiri dibanding sekolah reguler. Urusan yang dihadapi para pengajar tidak terbatas pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, melainkan mencakup kebutuhan personal dan keseharian siswa selama 24 jam.

"Karena ini sekolah berasrama, pasti ada kendala di lapangan. Kepala sekolah, guru, wali asuh, dan wali asrama harus berbagi peran secara erat dalam melaksanakan pendidikan sekaligus pengasuhan," ujar Gus Yani.

Ia menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi intensif dengan Dinas Sosial (Dinsos) serta para pendamping sosial yang sebelumnya mengawal Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: Tingkatkan Budaya Keselamatan Laut, Poltekpel dan KSOP Gresik Edukasi Penumpang Kapal Bawean

Pengalaman para pendamping sosial dalam melakukan asesmen awal calon siswa sangat krusial untuk memahami latar belakang keluarga peserta didik.

Gus Yani juga mewanti-wanti agar segala kendala—mulai dari siswa yang rindu rumah (homesick), penyesuaian pola makan, hingga masalah kesehatan—dapat direspons secara cepat dan humanis.

"Peran guru dan tenaga kependidikan sangat penting. Jangan sampai persoalan kecil tidak tertangani lalu membesar dan mengganggu psikologis anak," tegasnya.

Baca Juga: Lindungi Hak Anak, Dinas KBPPPA Gresik Turun Tangan Dampingi Korban Dugaan Kekerasan di Ponpes

Guna mengoptimalkan potensi para siswa, Pemkab Gresik telah menyiapkan berbagai program intervensi penguatan. Di sektor akademik, Pemkab Gresik menjalin kerja sama dengan platform edukasi Ruang Guru untuk memberikan bimbingan belajar tambahan serta pemetaan minat dan bakat siswa.

Sementara pada aspek pembinaan mental dan kerohanian, Pemkab Gresik mendatangkan sembilan guru ngaji untuk mengawal target Tuntas Baca Tulis Alquran (TBTQ), serta melibatkan tokoh agama lokal di sekitar lingkungan sekolah sebagai khatib Salat Jumat.

"Ini bagian dari ikhtiar Pemkab Gresik untuk membawa anak-anak Sekolah Rakyat menuju pintu kesuksesan," ungkap Gus Yani.

Baca Juga: Gus Yani Resmikan Jembatan Ngimboh: Bukti Nyata Sinergi Swasta dan Pemkab Gresik Tanpa APBD

Di sela-sela forum, Gus Yani secara khusus menyapa dan memberikan motivasi kepada para siswa jenjang SMA. Ia berpesan agar para siswa memanfaatkan fasilitas pendidikan di SR Terintegrasi 1 Gresik secara optimal sebagai sarana mengubah nasib dan memutus rantai kemiskinan antar-generasi.

"Kuatkan niat untuk belajar. Kalian harus punya cita-cita tinggi untuk mengangkat derajat keluarga. Keberadaan Sekolah Rakyat ini memiliki tujuan besar, yaitu memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan," tutur Gus Yani memberi semangat.

Di sisi lain, Kepala Dinsos Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, membeberkan kondisi operasional terkini di SR Terintegrasi 1 Gresik. Pihaknya mengakui masih terdapat kekurangan jumlah personel wali asuh dan wali asrama di lapangan.

Baca Juga: Lawan Petugas Saat Disergap, Dua Spesialis Curanmor Minimarket Ditembak Resmob Polres Gresik

"Proses pemenuhan kebutuhan tenaga pengasuh terus berjalan. Perekrutan wali asuh dan wali asrama ditangani langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan saat ini tinggal menunggu tahapan penempatan resmi," pukas dr. Ummi Khoiroh. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Sekolah Rakyat Pemkab Siswa gresik dinsos