RADAR GRESIK – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa jenjang SMP di Kabupaten Gresik mulai memasuki tahun kedua.
Menjelang agenda uji coba resmi (tryout) yang dijadwalkan berlangsung pekan depan, sejumlah sekolah telah mematangkan persiapan melalui simulasi sistem hingga pengayaan materi soal.
Simulasi teknis ini digelar untuk mengenalkan mekanismenya kepada para siswa secara langsung, mulai dari tata cara mengakses situs resmi, pengisian identitas peserta, hingga alur pengerjaan soal secara digital.
Baca Juga: Dispendik Jatim dan MGMP Sejarah Gresik Luncurkan Buku Gresik dalam Jalinan Sejarah Nasional
Kepala SMPN 1 Gresik, Beri Avita Prasetya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyusun skenario persiapan TKA dalam beberapa tahapan. Selain pengayaan latihan soal, sekolah menjadwalkan tiga kali uji coba guna memetakan pemetaan kemampuan akademik siswa secara terukur.
"Kemarin kami sudah menggelar simulasi dan secara garis besar berjalan lancar. Simulasi ini penting untuk mengenalkan siswa pada sistem TKA. Nilai yang diperoleh siswa saat uji coba pekan depan bakal menjadi acuan dasar bagi guru untuk memberikan pembekalan dan menambal kekurangan materi siswa," papar Beri Avita.
Langkah serupa juga diterapkan di SMPN 10 Gresik. Kepala SMPN 10 Gresik, Nur Aliyah, mengungkapkan bahwa meski proses simulasi teknis berjalan tanpa kendala, kesiapan akademis siswa masih perlu didorong secara signifikan melalui pendampingan intensif.
Baca Juga: Kasus Pemalsuan SK ASN Rugikan Korban Rp 1,5 Miliar, Terdakwa Antoni Divonis 2,5 Tahun Penjara
Menariknya, strategi persiapan TKA di SMPN 10 Gresik tidak hanya menyasar siswa kelas IX yang akan lulus, tetapi sudah diintervensi sejak kelas VII dan VIII.
"Siswa masih butuh pembimbingan secara intensif. Karena itu, kami mulai melakukan pembiasaan pembelajaran dan asesmen menggunakan soal-soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) agar siswa terbiasa berpikir kritis saat mengerjakan soal pada ranah kognitif," jelas Nur Aliyah.
Merespons persiapan sekolah, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma, menegaskan bahwa keikutsertaan TKA bagi jenjang SD dan SMP sejatinya tidak bersifat wajib mutlak.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Raih JATIM SPORT1V, Konsisten Dorong Prestasi Olahraga
Kendati demikian, siswa yang tidak mengikutinya akan dirugikan saat hendak melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat berikutnya melalui jalur prestasi.
"Untuk sementara ini belum ada perubahan kebijakan baru terkait TKA. Kami mengimbau seluruh siswa tetap mengikuti TKA, sebab hasilnya sangat berguna sebagai indikator pendukung pada pendaftaran jalur prestasi," imbau Herawan.
Herawan menambahkan, pada pelaksanaan tahun kedua ini, Dispendik Gresik menargetkan adanya peningkatan capaian hasil TKA siswa SD maupun SMP bila dibandingkan dengan tahun perdana.
Baca Juga: Gedung Bekas SRMA 37 Gresik Disulap Jadi Panti Jompo, Siap Tampung Lansia Terlantar
"Jika tahun lalu merupakan tahap penyesuaian awal, tahun ini dengan persiapan sekolah yang jauh lebih matang, kami optimistis hasilnya bisa jauh lebih maksimal," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik