RADAR GRESIK – Suasana pusat Kota Gresik mendadak semarak dan dipadati ribuan pasang mata warga. Ratusan siswa bersama jajaran guru dan tenaga kependidikan SMAN 1 Gresik (Smansa) menggelar parade Karnaval Budaya berkonsep kearifan lokal (local wisdom) yang melintasi sejumlah ruas jalan protokol kota, Sabtu (22/8/2026).
Pawai budaya dua tahunan yang melibatkan seluruh siswa kelas X, XI, dan XII ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi rangkaian ke-7 Peringatan Hari Lahir (Harlah) SMAN 1 Gresik.
Mengambil rute mulai dari SMAN 1 Gresik, Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP), Perlimaan Petro, SMPN 4 Gresik, Pasar Senggol, hingga berakhir kembali di sekolah, ajang ini menyedot antusiasme luar biasa dari masyarakat sekitar.
Baca Juga: Cetak Generasi Cerdas Digital, Polres Gresik Edukasi Ratusan Pelajar SMAN 1 Gresik Penggunaan AI
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gresik, Mohammad Dhofir, menjelaskan bahwa kontingen peserta dibagi menjadi 12 tim siswa (setiap tim terdiri atas gabungan tiga kelas) serta satu tim khusus dari kepala sekolah dan jajaran guru.
Setiap kelompok mengusung tema kearifan lokal dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten Gresik. Salah satunya seperti Kecamatan Sidayu yang menyajikan kebudayaan khas, keberagaman profesi lokal, adat istiadat, hingga arakan gunungan.
"Masing-masing tim mengekspresikan kreasinya di panggung utama WEP selama tujuh menit. Ada yang menampilkan pencak macan, tarian daerah, hingga bentuk pertunjukan seni budaya lokal lainnya. Total terdapat 12 tampilan yang mewakili kearifan lokal kecamatan di Gresik," ujar Dhofir.
Baca Juga: Semarak HUT ke-62 SMAN 1 Gresik, Gelar Jalan Sehat Edukatif dan Tebar Ratusan Doorprize
Keunikan lain tersaji pada kontingen Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik (PTK). Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, tampil menawan memerankan sosok Bupati Pertama Gresik, Kyai Tumenggung Poesponegoro.
Penampilannya dikawal para guru wali kelas yang memerankan tokoh-tokoh penting penyebar agama Islam dan sejarah Gresik, seperti Syekh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Giri, Nyai Ageng Pinatih, hingga Nyai Ageng Tumekansari. Sementara jajaran guru lainnya mengenakan Pakaian Kustim, busana adat khas Gresik yang disiapkan secara mandiri.
Kepala SMAN 1 Gresik, Irfan, menyampaikan rasa bangga atas ide kreatif, kerja keras, serta sinergi erat antara siswa, wali kelas, wakasek, komite sekolah, hingga para wali murid.
"Saya sangat senang anak-anak berekspresi secara positif sekaligus uri-uri budaya di Kabupaten Gresik. Beberapa tokoh penting kami sajikan agar menjadi inspirasi bagi anak-anak demi memiliki hal baik dan bisa berbakti bagi agama, bangsa, negara, serta diri sendiri dan keluarga," tutur Irfan, Sabtu (22/8/2026).
Irfan menegaskan, ajang ini menjadi pembuktian bahwa SMAN 1 Gresik terus menjaga identitas sebagai sekolah yang kaya akan nilai positif, prestasi, serta kebersamaan stakeholder.
Meriahnya parade budaya ini didorong oleh semangat we have pride (kita punya kebanggaan) dalam diri para siswa. Tak sekadar ikut serta, mereka terbukti tampil maksimal untuk memberikan persembahan terbaik bagi sekolah dan masyarakat Kabupaten Gresik. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik