Semarak Kemerdekaan di Rumah Belajar Anak Jalanan, Merawat Asa Perubahan di Terminal Gubernur Suryo

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:34 WIB
BERLOMBA : Anak jalan yang mengikuti perlombaan di kawasan rumah anak jalanan. (Foto : Dok/Radar Gresik)
BERLOMBA : Anak jalan yang mengikuti perlombaan di kawasan rumah anak jalanan. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Semarak peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya bergelora di kawasan perumahan, perkantoran, atau gedung-gedung megah. Di tengah keterbatasan kawasan Terminal Gubernur Suryo Gresik—wilayah yang selama ini identik dengan ruang gerak anak jalanan—kemeriahan kemerdekaan turut dirayakan dengan penuh sukacita.

Beragam permainan dan perlombaan digelar di Rumah Belajar Anak Jalanan (Anjal). Melalui momen ini, anak-anak yang dalam kesehariannya harus berjuang mengais rezeki diajak sejenak meninggalkan rutinitas jalanan untuk bermain, belajar, serta menikmati keceriaan bersama orang tua mereka.

Baca Juga: Peringati Kemerdekaan RI, PT Terminal Teluk Lamong Hadirkan Pesta Rakyat dan Kompetisi Antarmitra

Di balik kemeriahan lomba Agustusan tersebut, tersimpan dinamika perubahan perilaku yang signifikan. Anak-anak jalanan yang mendapatkan pendampingan berkelanjutan selama beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan perkembangan karakter yang positif.

Koordinator Pembimbing Rumah Belajar Anjal, Ustadzah Iin Budiarti, mengungkapkan bahwa transformasi tersebut terlihat jelas dari pembiasaan hidup bersih, kedisiplinan beribadah, hingga semangat mengenyam pendidikan formal.

"Selama didampingi beberapa tahun, sudah terlihat hasilnya. Mereka lebih rajin sekolah, mulai terbiasa menjaga kebersihan, mengaji dan salat berjamaah. Kalau dulu lebih suka mengamen dan mengemis, sekarang sudah beralih menjadi pengasong di tempat wisata," ungkap Iin Budiarti saat memberikan keterangan.

Baca Juga: Produksi Pulih, Freeport Indonesia Targetkan Setoran Rp120 Triliun per Tahun ke Negara

Ia menjelaskan, deretan perlombaan yang dirancang tidak sekadar mengejar piala atau predikat juara, melainkan difokuskan untuk mengasah kemampuan motorik dan sensorik anak, melatih konsentrasi, serta membangun kedekatan emosional (chemistry) antara anak dan orang tua. Salah satunya melalui lomba hafalan membaca ayat-ayat pendek.

"Meski Rumah Belajar Anjal dalam kondisi yang serba terbatas, kami berusaha berbuat semaksimal mungkin. Mulai les pelajaran sekolah, olahraga, peringatan hari besar nasional hingga kegiatan keagamaan," tambahnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Rumah Belajar Anjal Terminal Gubernur Suryo Gresik, Ustadz Ali Sugiarto, memaparkan bahwa proses pembinaan dan pendampingan terhadap anak-anak jalanan di kawasan tersebut telah konsisten berjalan selama enam tahun.

Baca Juga: Upacara Penurunan Bendera Berlangsung Khidmat, Bupati Yani Obral Insentif Pajak dan Kado Kemerdekaan

Ali menegaskan, penguatan karakter tidak hanya bertumpu pada materi pelajaran sekolah, tetapi juga ditanamkan melalui integrasi kegiatan keagamaan secara rutin. Di kawasan ini, telah dua kali dilaksanakan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pernah dihadiri mantan Wakil Bupati Gresik, hingga agenda buka puasa bersama berkala.

"Di bulan Rabiul Awal ini kami juga akan menggelar peringatan Maulid Nabi dengan menghadirkan penceramah yang sudah kondang," jelas Ali Sugiarto.

Bagi para pendamping, makna kemerdekaan di Rumah Belajar Anjal sejatinya adalah terbukanya akses bagi anak-anak untuk mengecap pendidikan yang layak, memahami nilai keagamaan, membangun kepercayaan diri, serta perlahan melepaskan diri dari kultur jalanan.

Baca Juga: Unik dan Bermakna, Puluhan Siswa di Gresik Upacara HUT ke-81 RI di Dalam Air dan Tanam Ribuan Mangrove

Dari sudut terminal yang sederhana ini, asa dan masa depan anak-anak terus dirawat agar mereka dapat tumbuh tanpa kehilangan masa kanak-kanaknya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
lomba Anak Jalanan gubernur suryo gresik kemerdekaan