RADAR GRESIK – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., memperkuat perhatian terhadap kualitas pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya. Penguatan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama dalam kegiatan Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) yang digelar di kawasan Jemur Sari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB itu menjadi ruang silaturahmi, dialog pendidikan, sekaligus penyerapan aspirasi bersama kepala sekolah dan guru TK se-Kecamatan Wonocolo dan sekitarnya, pengelola PAUD dan RA, perwakilan orang tua murid, serta pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini.
Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia mengatakan, pendidikan TK dan PAUD memiliki posisi penting karena menjadi fondasi perkembangan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan berikutnya.
Baca Juga: Cek Tangki Berujung Tragedi, Dua ABK Kapal Hamdam 1 Ditemukan Meninggal Dunia
Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. TK juga berperan dalam membentuk karakter, kemampuan sosial dan emosional, kemandirian, kreativitas, serta kebiasaan positif anak.
“Pendidikan pada usia dini adalah fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kualitas pembelajaran, kompetensi guru, sarana pendidikan, dan kesejahteraan pendidik perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Lia.
Pendidikan Karakter Jadi Perhatian
Dalam dialog tersebut, salah satu persoalan yang mengemuka adalah penguatan pendidikan karakter di tengah perkembangan teknologi digital.
Baca Juga: Cetak Lulusan SMK Pesantren Siap Kerja, Pemkab Gresik dan Menko PM Gandeng BAZNAS RI
Lia menilai perkembangan teknologi memberikan peluang sekaligus tantangan bagi pendidikan TK. Anak-anak semakin dekat dengan perangkat digital sehingga pendidik dan orang tua membutuhkan pendekatan yang tepat agar teknologi dapat digunakan secara ramah anak.
Karena itu, guru TK dinilai perlu memperoleh dukungan peningkatan kompetensi agar mampu mengembangkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
“Guru tidak hanya dituntut menguasai metode pembelajaran, tetapi juga memahami perkembangan sosial, emosional, bahasa, motorik, dan kognitif anak. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara tepat juga semakin penting,” katanya.
Baca Juga: Ditinggal Suami Bekerja, Penggerebekan Dugaan Perselingkuhan di Bungah Berakhir Damai
Para pendidik dalam forum tersebut turut menyampaikan kebutuhan terhadap pelatihan, pendampingan, modul pembelajaran inovatif, serta sarana teknologi yang dapat menunjang proses pembelajaran di TK.
Kesejahteraan Guru TK Perlu Diperhatikan
Selain kualitas pembelajaran, kesejahteraan guru TK swasta menjadi salah satu aspirasi yang cukup kuat dalam pertemuan tersebut.
Para guru menyampaikan bahwa tuntutan terhadap kompetensi pendidik terus meningkat. Guru diharapkan mampu menerapkan metode pembelajaran modern, memahami tumbuh kembang anak, sekaligus memberikan pendidikan karakter.
Namun, peningkatan tuntutan tersebut dinilai perlu diikuti dengan perhatian terhadap kesejahteraan, insentif, perlindungan, dan kesempatan pengembangan kompetensi guru.
Lia mengatakan aspirasi mengenai kesejahteraan guru TK akan menjadi bagian dari bahan yang dihimpun dalam pelaksanaan fungsi representasi, pengawasan, dan pertimbangan kebijakan DPD RI.
“Guru TK merupakan bagian penting dari fondasi pendidikan anak. Karena itu, peningkatan kualitas guru harus berjalan bersama dengan perhatian terhadap kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Legalitas Aset TK Jadi Aspirasi
Persoalan lain yang dibahas adalah legalitas tanah dan bangunan lembaga TK. Kejelasan status hukum aset dinilai penting untuk menjamin keberlangsungan lembaga pendidikan sekaligus membuka akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
Dalam dialog, peserta berharap proses sertifikasi aset lembaga pendidikan dapat dipercepat dan memperoleh pendampingan yang memadai.
Lia menilai kepastian legalitas aset merupakan bagian penting dari penguatan kelembagaan pendidikan.
Menurutnya, lembaga pendidikan yang memiliki kepastian hukum atas tanah dan bangunannya akan lebih memiliki landasan dalam mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan.
Karena itu, aspirasi tersebut akan menjadi bahan koordinasi dan advokasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi pertanahan.
Baca Juga: Sebar Semangat Peduli, Satlantas Polres Gresik Bagikan Paket Nasi ke Abang Becak hingga Ojol
TK Berperan dalam Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak
Forum Kundapil juga membahas peran TK dan PAUD dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Menurut Lia, lembaga pendidikan anak usia dini dapat menjadi ruang edukasi bagi anak dan keluarga mengenai pola hidup sehat, pemenuhan gizi, kebersihan, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang.
“TK bukan hanya tempat anak belajar. Sekolah juga dapat menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung kesehatan, gizi, perlindungan, dan tumbuh kembang anak,” jelasnya.
Karena itu, diperlukan penguatan kolaborasi antara lembaga pendidikan, orang tua, tenaga kesehatan, dan pemerintah agar pendidikan anak usia dini dapat berjalan secara lebih komprehensif.
Baca Juga: PLN UP3 Gresik Gerak Cepat Pulihkan Listrik Usai 10 Tiang TM Roboh di Manyar
Penguatan Kompetensi Guru di Era Digital
Tantangan digitalisasi juga menjadi perhatian tersendiri dalam pertemuan tersebut. Para guru membutuhkan peningkatan kapasitas agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran tanpa mengabaikan kebutuhan perkembangan anak.
Aspirasi yang dihimpun mencakup pelatihan kompetensi digital, penyediaan komputer dan perangkat pembelajaran, akses internet, pengembangan konten ramah anak, serta pendampingan bagi guru dalam menerapkan teknologi di lingkungan TK.
Lia menilai transformasi digital dalam pendidikan harus tetap menempatkan kepentingan dan keselamatan anak sebagai prioritas.
Pemanfaatan teknologi, lanjutnya, bukan sekadar menghadirkan perangkat digital ke ruang kelas, tetapi bagaimana teknologi digunakan untuk memperkaya pengalaman belajar anak secara tepat dan terukur.
Lia Siapkan Aspirasi untuk Dikawal di Tingkat Nasional
Dari kegiatan Kundapil tersebut, sejumlah aspirasi strategis berhasil dihimpun, mulai dari peningkatan mutu pendidikan TK, penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi guru, kesejahteraan pendidik, legalitas aset, sarana prasarana, pemanfaatan teknologi, hingga dukungan terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Lia mengatakan seluruh masukan tersebut akan menjadi bagian dari bahan pelaksanaan fungsi DPD RI dalam mengawal kebijakan pendidikan anak usia dini.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat.
“Yang kita bangun bukan hanya sekolah yang baik, tetapi ekosistem pendidikan anak usia dini yang mampu memastikan anak tumbuh dengan sehat, berkarakter, kreatif, dan memiliki fondasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan,” kata Lia.
Kegiatan di Jemur Sari, Wonocolo, Surabaya, tersebut sekaligus memperkuat komitmen Lia Istifhama untuk membawa aspirasi pendidikan anak usia dini dari daerah ke tingkat kebijakan nasional.
Dengan penguatan kualitas TK, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai, pendidikan anak usia dini diharapkan semakin mampu menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik