RADAR GRESIK – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik terus menunjukkan komitmen nyata dalam memenuhi hak dasar pendidikan bagi para warga binaannya.
Langkah inklusif tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik melalui UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan LSM Pusat Telaah dan Informasi Regional (PATTIRO) Gresik pada Jumat (7/8/2026).
Kerja sama lintas sektor ini difokuskan pada penyelenggaraan Program Pendidikan Kesetaraan Paket C yang didukung langsung oleh para tenaga pengajar relawan. Pada tahap awal pelaksanaan program, sebanyak sembilan warga binaan Rutan Gresik secara resmi terdaftar untuk mengikuti proses belajar mengajar hingga lulus dan mengantongi ijazah setara Sekolah Menengah Atas (SMA).
Baca Juga: Cegah Demam Berdarah, Taruna Poltekimipas Gelar Edukasi dan Fogging di Rutan Kelas IIB Gresik
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, bersama Kepala Bidang Kelembagaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dispendik Gresik, Anton Arief Al Hakim, serta Ketua PATTIRO Gresik, Nor Mubin.
Kepala Bidang Kelembagaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Dispendik Kabupaten Gresik, Anton Arief Al Hakim, menegaskan bahwa program kesetaraan ini merupakan bukti kehadiran pemerintah daerah dalam menjamin pemerataan akses pendidikan tanpa diskriminasi.
"Program Kesetaraan Paket C merupakan bagian dari upaya Pemkab Gresik untuk memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan. Kami berharap para warga binaan dapat menyelesaikan pendidikan kesetaraan ini sehingga memiliki bekal ilmu yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Anton Arief Al Hakim, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: Wujudkan Zero Halinar, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Tes Urine Mendadak Bagi 40 Warga Binaan
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menyampaikan bahwa arah pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan saat ini tidak hanya berorientasi pada pendekatan keamanan semata, melainkan menitikberatkan pada pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut Eko, ijazah formal dan bekal pengetahuan menjadi kunci penting agar para warga binaan memiliki rasa percaya diri serta peluang kerja yang jauh lebih baik untuk menjalani kehidupan yang produktif dan mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
"Pembinaan yang berhasil adalah pembinaan yang mampu mengubah pola pikir dan meningkatkan kualitas hidup warga binaan. Melalui kerja sama ini, kami memastikan mereka tetap memperoleh hak atas pendidikan sebagai bekal membangun masa depan. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Dispendik Gresik, UPT SKB, dan PATTIRO atas sinergi luar biasa ini," tegas Eko.
Baca Juga: Perkuat Pelayanan Lewat SIGAP SEHAT dan SADEWA, Rutan Gresik Raih Radar Surabaya Award 2026
Eko berharap kolaborasi strategis ini dapat berjalan secara berkesinambungan sehingga cakupan peserta didik di dalam Rutan Gresik terus bertambah pada tahun-tahun mendatang, sekaligus menegaskan peran Rutan sebagai wadah pembinaan humanis yang menjunjung tinggi hak asasi manusia. (yud/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik