Dispendik Gresik Kerahkan Belasan Guru ASN Jadi Guru Bantu di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 11:30 WIB
SEKOLAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
SEKOLAH: Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) mengambil langkah cepat untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Sebanyak belasan guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) diperbantukan guna mengisi kebutuhan tenaga pendidik, sembari menunggu tuntasnya proses rekrutmen resmi dari pemerintah pusat.

Meskipun seleksi guru dan tenaga kependidikan oleh Kementerian Sosial masih berjalan, aktivitas pendidikan tahun ajaran 2026/2027 di sekolah berasrama tersebut tetap berlangsung normal diawali dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Baca Juga: Kunjungi Sekolah Rakyat di Gresik, Mensos Gus Ipul Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan dalam Rekrutmen Siswa

Pada tahun ajaran ini, jumlah peserta didik mengalami lonjakan signifikan mencapai 405 siswa, yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, 90 siswa SMA, 75 siswa SRMA, serta 60 siswa SMA titipan dari Kabupaten Lamongan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan seluruh tahapan pembelajaran berlangsung tanpa hambatan fasilitas maupun kekurangan pengajar.

"Kebutuhan guru sementara kami bekerja sama dengan Dispendik sambil menunggu proses penerimaan tenaga guru dan kependidikan yang dilakukan Kementerian Sosial. Nanti setelah hasil seleksi diumumkan, mereka akan langsung bergabung dengan Sekolah Rakyat," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut.

Baca Juga: Dipicu Macet dan Debu Jalanan, Komisi III DPRD Gresik Desak Penertiban Jam Operasional Truk di Bringkang

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, S. Hariyanto, memaparkan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan dan mengusulkan penempatan guru bantu ASN yang berasal dari sekolah-sekolah negeri di kawasan Kecamatan Sidayu dan sekitarnya. Skema ini mencakup penugasan 9 guru bantu untuk jenjang SD serta 12 guru bantu untuk jenjang SMP.

Hariyanto menjelaskan, penunjukan guru bantu ini dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan pemenuhan jam mengajar ASN sebagai penunjang syarat sertifikasi.

Para guru tersebut diperkirakan bertugas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 hingga akhir September mendatang atau sampai tenaga pendidik definitif hasil rekrutmen pusat resmi ditempatkan.

"Guru-guru yang kami tugaskan berasal dari sekolah negeri sekitar lokasi Sekolah Rakyat dan masih membutuhkan tambahan jam mengajar untuk sertifikasi. Mereka bertugas diperkirakan hingga akhir September," tutur Hariyanto.

Baca Juga: Berhasil Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Vokasi, SMK SIG Jadi Tuan Rumah 'Teacherpreneur Benchmark' Pertamina Lubricants

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menambahkan bahwa operasional Sekolah Rakyat saat ini didukung oleh kombinasi tenaga pendidik lama, guru bantu, serta tenaga kependidikan pendukung.

Sekolah telah memiliki 25 guru lama ditambah 25 guru bantu yang disiapkan Dispendik, serta dukungan 17 tenaga kependidikan lama yang kini diperkuat oleh 20 tenaga outsourcing baru demi memaksimalkan pelayanan sekolah. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Sekolah Rakyat Dispendik gresik Guru gus yani