RADAR GRESIK – Komitmen kuat dalam merawat keberagaman mengantarkan SMA SIG meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Radar Surabaya Award 2026. SMA SIG dinobatkan sebagai Pelopor Inovasi Pendidikan dan Sekolah Moderasi Beragama Terbaik pada malam penganugerahan di Hotel Vasa Surabaya, Kamis, (30/7).
Trofi penghargaan diserahkan secara langsung oleh Direktur PT Radar Media Surabaya, Lilik Widyantoro, kepada Kepala SMA SIG, Choirul Fauzi.
Apresiasi tingkat regional ini diberikan atas keberhasilan sekolah dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi, sekaligus menegaskan status SMA SIG sebagai pelopor SMA pertama di Kabupaten Gresik yang menyandang predikat Sekolah Moderasi Beragama.
Baca Juga: Lepas Angkatan 47, SMA SIG Buktikan Diri Sebagai Sekolah Multibahasa dan Rumah Para Talenta Juara
Perjalanan bersejarah tersebut sejatinya telah dirintis sejak 24 Mei 2025 lalu. Melalui kerja sama strategis dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, peresmian Sekolah Moderasi Beragama diluncurkan di sela-sela kelulusan siswa kelas XII angkatan ke-46. Sejak saat itu, SMA SIG secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai inklusi ke dalam ekosistem pendidikan mereka.
Budaya Inklusif dan Nyata Tanpa Sekat Diskriminasi
Kepala SMA SIG, Choirul Fauzi, menjelaskan bahwa implementasi program ini menyentuh seluruh aspek kehidupan sekolah secara menyeluruh. Pihaknya berkomitmen untuk tidak sekadar menjadikan moderasi beragama sebagai slogan, melainkan budaya yang melekat erat pada keseharian seluruh warga sekolah.
"SMA SIG merupakan sekolah yang mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam seluruh aspek kehidupan sekolah. Implementasi tersebut bertujuan membentuk peserta didik yang religius, berkarakter, toleran, serta mampu hidup berdampingan dalam keberagaman," ujar Choirul Fauzi.
Baca Juga: Harmoni Akademik dan Talenta, SMA SIG Gresik Antarkan Siswa Berjaya di Cak Yuk Gresik 2025
Fauzi menambahkan, suasana inklusif diwujudkan lewat penyediaan kesempatan serta fasilitas ibadah yang setara. Sekolah menanamkan semangat kebangsaan dan gotong royong, baik melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan penguatan karakter.
"Pelaksanaan moderasi beragama diwujudkan melalui budaya sekolah yang menghormati perbedaan agama, suku, budaya, maupun latar belakang peserta didik. Sekolah juga memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga sekolah untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya, tanpa adanya diskriminasi," jelasnya.
Guna menopang status tersebut, SMA SIG menerapkan serangkaian program terstruktur. Di antaranya pembiasaan berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Kebhinekaan Global, bakti sosial inklusif, penanaman budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), edukasi anti-perundungan, hingga pelibatan aktif siswa dalam organisasi kepemimpinan tanpa memandang latar belakang.
Baca Juga: Optimalkan Peran Guru BK dan Rapor, SMA Semen Gresik Sukses Antarkan Siswa Lolos SNBP
Keberhasilan ini didukung oleh potret nyata keberagaman di lingkungan sekolah. Berdasarkan data peserta didik Tahun Pelajaran 2026/2027, SMA SIG memiliki 267 siswa yang terdiri atas 117 siswa laki-laki dan 150 siswa perempuan.
Komposisi pemeluk agama di sekolah ini sangat majemuk, meliputi 232 siswa beragama Islam (86,89 persen), 27 siswa Kristen (10,11 persen), 4 siswa Katolik (1,50 persen), 3 siswa Hindu (1,12 persen), dan 1 siswa Buddha (0,37 persen). Sebagian data agama untuk peserta didik baru saat ini masih dalam proses pembaruan administrasi sekolah.
Keberagaman tersebut dipandang sebagai kekayaan modal sosial. Pihak sekolah membuktikan bahwa heterogenitas dapat dikelola menjadi sebuah prestasi dan percontohan dalam bidang moderasi beragama sejak dini.
Baca Juga: Tiga Tahun Berturut-turut, SMA Semen Gresik Rajai Prestasi SMA Award dan Duta Anti Korupsi
Menanggapi penganugerahan ini, Choirul Fauzi menilai Radar Surabaya Award sebagai ajang penghargaan yang memiliki bobot nilai tinggi dan mampu menjangkau berbagai sektor secara inspiratif.
"Menurut pendapat saya, Radar Surabaya Award adalah ajang penghargaan dengan value dan prestise yang bergengsi, serta memiliki segmentasi awarding lintas sektor yang sangat inspiratif dan inovatif," tuturnya.
Ke depan, pihak sekolah berkomitmen untuk tidak berpuas diri dan terus mengembangkan keberlanjutan program moderasi beragama di lingkungan kampus SMA SIG.
Baca Juga: Dispendik Gresik Imbau Sekolah Gelar Doa Bersama, Sementara SMA/SMK Gelar Pembelajaran Daring
"Harapan saya ke depan akan semakin mendevelop capaian yang sudah diraih, memperkuat implementasi dan mengimprove agar lebih sustain dan resilience, yang dikolaborasikan dengan program-program inovatif lainnya," pungkas Fauzi. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik