RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 15 Juli mendatang, Pemkab Gresik menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) se-Kabupaten Gresik untuk mempercepat penjaringan calon peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD) yang kuotanya masih belum terpenuhi.
Langkah strategis ini dilakukan melalui sosialisasi penjaringan calon peserta didik yang dipimpin langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Ruang Graita Eka Praja, Kantor Bupati Gresik, pada Rabu, (1/7). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh serta para pengelola LKSA se-Kabupaten Gresik.
Pada proses penjaringan sebelumnya, kuota peserta didik untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah terpenuhi seluruhnya. Sementara itu, kuota untuk jenjang SD masih menyisakan tiga puluh kursi kosong yang kini menjadi fokus utama percepatan penjaringan.
Baca Juga: Libur Semester Dimulai, SRMA 37 Gresik Siapkan Transisi ke Sekolah Rakyat Permanen
Secara keseluruhan, program Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik menyediakan total dua ratus tujuh puluh kuota peserta didik baru, dengan rincian masing-masing sembilan puluh siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas pendidikan ini dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kategori desil satu dan desil dua.
Demi memastikan proses penjaringan berjalan tepat sasaran, Dinas Sosial Kabupaten Gresik juga telah membentuk tim verifikasi berlapis yang bertugas memvalidasi data calon peserta didik sesuai kriteria yang ditetapkan.
Bupati Fandi Akhmad Yani menjelaskan bahwa keterlibatan LKSA memiliki peran yang sangat strategis karena lembaga ini bersentuhan langsung dengan anak-anak yang membutuhkan perlindungan serta pendampingan. Melalui kolaborasi ini, pemerintah daerah berharap tidak ada anak yang memenuhi persyaratan namun terlewat dalam proses penjaringan.
Baca Juga: PLN UP3 Gresik Tebar Kepedulian di Bulan Muharram, Santuni 30 Anak Yatim Bersama YBM PLN
"Kami berharap LKSA yang sudah terakreditasi dapat ikut aktif mengusulkan anak-anak asuh yang memenuhi persyaratan. Ini adalah ikhtiar bersama agar tidak ada kuota yang terlewat dan anak-anak kita segera mendapatkan kesempatan belajar," ujar Bupati Yani memberikan arahan langsung.
Menurut Bupati Yani, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.
"Karena itu, kami berharap kuota jenjang SD dapat segera terpenuhi sehingga seluruh peserta didik bisa memulai kegiatan belajar mengajar tepat waktu pada 15 Juli mendatang," imbuh Bupati Gresik tersebut menegaskan target waktu pelaksanaan.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Lepas 50 Taruna Makmur Batch IX untuk Dampingi Petani
Selain memastikan kesiapan penerimaan peserta didik baru untuk tahun ajaran ini, Pemerintah Kabupaten Gresik saat ini juga tengah mempersiapkan pengembangan infrastruktur Sekolah Rakyat permanen.
Gus Yani memaparkan bahwa sekolah permanen tersebut nantinya akan berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan layanan pendidikan terintegrasi yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kehadiran fasilitas baru ini akan melengkapi Sekolah Rakyat rintisan yang sebelumnya telah beroperasi khusus untuk jenjang SMA di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Ummi Khoiroh, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan seluruh pengelola LKSA agar proses penjaringan calon peserta didik berlangsung cepat, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami optimistis sinergi seluruh LKSA akan mempercepat terpenuhinya kuota peserta didik sebelum tahun ajaran baru dimulai, sehingga seluruh proses pembelajaran dapat berjalan sesuai jadwal," ungkap Ummi Khoiroh optimis.
Baca Juga: Transformasi Nyata Siswa Sekolah Rakyat Gresik, Bukti Pendidikan Tepat Sasaran Bisa Putus Kemiskinan
Sebagai tindak lanjut nyata dari pertemuan tersebut, Bupati Yani bersama Kepala Dinas Sosial langsung mengajak seluruh pendiri dan pengelola LKSA untuk meninjau lokasi bakal Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.
Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk melihat langsung kesiapan sarana dan prasarana yang ada, sekaligus memberikan gambaran utuh mengenai lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi tempat tumbuh kembangnya para peserta didik Sekolah Rakyat di Kabupaten Gresik. (rir/han)
Editor : Hany Akasah