Kebomas – Ketidakpastian geopolitik kini tidak lagi hanya menjadi isu politik internasional. Konflik antarnegara, perang dagang, hingga perubahan peta ekonomi dunia ikut memengaruhi arus investasi, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan. Kondisi tersebut menuntut lahirnya kolaborasi lintas negara untuk mencari formulasi pembangunan ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Isu itu menjadi fokus pembahasan dalam International Seminar yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Gresik (FEB UM Gresik), Selasa (30/6).
Seminar bertajuk Bridging the Divide: Harmonizing Geopolitical Interest for Sustainable Global Economic Growth itu mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi dari empat negara melalui platform Zoom.
Seminar menghadirkan empat narasumber dari berbagai negara, yakni Tri Basuki Kurniawan dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Azizova Nilufar Ikrom Qizi dari Kattakurgan State Pedagogical Institute, Uzbekistan, Jay Torrecillas dari Coventry University, Inggris, serta Dien Mardhiyah dari Universitas Airlangga.
Masing-masing narasumber mengulas berbagai persoalan strategis, mulai dampak dinamika geopolitik terhadap stabilitas ekonomi dunia, perubahan lanskap bisnis global, penguatan kerja sama internasional, hingga pentingnya pembangunan berkelanjutan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan.
Diskusi dipandu Indro Kirono sebagai moderator. Suasana berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai prospek ekonomi global, tantangan investasi, hingga peluang kolaborasi akademik lintas negara.
Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Khoirul Anwar, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan global melalui riset dan kolaborasi internasional.
"Perubahan dunia berlangsung sangat cepat. Kampus harus menjadi ruang bertemunya gagasan, riset, dan inovasi agar mampu melahirkan solusi yang relevan terhadap persoalan ekonomi global," ujarnya saat membuka seminar.
Menurut dia, kerja sama internasional tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman. Kolaborasi harus diwujudkan dalam bentuk penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, hingga publikasi ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ditempat yang sama, Dekan FEB UM Gresik, Sukaris, menjelaskan seminar ini merupakan bagian dari strategi fakultas memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi.
"Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Seminar ini menjadi pintu masuk untuk memperkuat kerja sama riset, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi yang menjawab tantangan ekonomi global," katanya.
Diharapkan melalui kegiatan ini Tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga mendorong lahirnya riset kolaboratif dan publikasi bereputasi internasional yang mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan ekonomi global.
Editor : Cak Fir