RADAR GRESIK – Para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang berlokasi di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, kini mulai menikmati masa libur semester yang berlangsung sejak 20 Juni hingga 5 Juli 2026.
Namun, di balik masa liburan para siswa tersebut, jajaran manajemen dan pihak sekolah justru tengah sibuk mempersiapkan langkah besar menuju operasional Sekolah Rakyat (SR) permanen yang bertempat di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik.
Kepala SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, mengungkapkan bahwa momentum libur semester ini dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk mematangkan berbagai tahapan transisi. Proses migrasi dari status Sekolah Rakyat rintisan menuju Sekolah Rakyat permanen ini dinilai memerlukan persiapan yang sangat matang.
Baca Juga: Revolusi Pendidikan, SRMA 37 Sidayu Gresik Segera Bertransformasi Jadi Sekolah Rakyat Terintegrasi
Menurut Rangga, keberhasilan proses transformasi ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat dari berbagai lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, hingga Kementerian Sosial (Kemensos).
“Berbagai tahapan harus dilaksanakan dengan penuh semangat kolaborasi, mulai dari penetapan siswa baru, sosialisasi, pengecekan kesiapan fisik gedung, mobilisasi siswa dan guru, hingga pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujar Rangga, Kamis (25/6/2026).
Sesuai dengan linimasa yang telah disusun, perpindahan massal siswa dari lokasi Sekolah Rakyat rintisan menuju kompleks gedung Sekolah Rakyat permanen di Desa Raci Tengah direncanakan mulai dilaksanakan pada 11 Juli 2026. Tidak lama setelah proses mobilisasi tersebut, kegiatan MPLS bagi para siswa baru dijadwalkan bakal langsung bergulir pada 14 Juli 2026.
Baca Juga: Transformasi Nyata Siswa Sekolah Rakyat Gresik, Bukti Pendidikan Tepat Sasaran Bisa Putus Kemiskinan
Rangga berharap seluruh rangkaian proses perpindahan ini dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) di fasilitas sekolah yang baru dapat segera terlaksana secara optimal dan kondusif.
“Harapan kami, proses mobilisasi siswa dari sekolah rintisan menuju sekolah permanen bisa berjalan tanpa kendala. Selain itu, proses pembelajaran bagi siswa baru dapat terakomodasi dan terfasilitasi dengan baik berkat dukungan semua pihak,” ucapnya menambahkan.
Lebih lanjut, Rangga mengakui bahwa tantangan operasional pada tahun ajaran baru kali ini terbilang cukup besar dan kompleks. Hal ini dikarenakan Sekolah Rakyat di lokasi baru tersebut tidak hanya melayani satu jenjang pendidikan saja, melainkan ada tiga jenjang pendidikan berbeda yang akan mulai beroperasi secara bersamaan sehingga membutuhkan manajemen logistik dan kurikulum yang jauh lebih matang.
Baca Juga: Ortu Masih Berat Lepas Anak Berasrama, Rekrutmen Siswa SD Sekolah Rakyat di Gresik Diperpanjang
Meski dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah, dengan adanya dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah, SRMA 37 Gresik optimistis transformasi ini akan menjadi tonggak sejarah penting.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat, sekaligus memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Kabupaten Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah