RADAR GRESIK – Persaingan memperebutkan kursi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik melalui jalur Tes Potensi Akademik (TPA) berlangsung sengit. Sebanyak 2.402 calon peserta didik tercatat mengikuti seleksi serentak di seluruh UPT SMP Negeri dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Anggaran 2026.
Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik, Herawan Eka Kusuma, menjelaskan bahwa jalur TPA ini memfasilitasi lulusan SD/MI di Kabupaten Gresik yang ingin menembus SMP negeri impian lewat jalur kemampuan akademik murni.
Adapun materi yang diujikan meliputi tiga mata pelajaran utama, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Guna menggaransi objektivitas, pelaksanaan ujian tahun ini mutlak memanfaatkan sistem Computer Assisted Test (CAT).
Baca Juga: Animo Tinggi, Ratusan Pencari Kerja Ikuti Seleksi ReDINAKER Gresik
“Pelaksanaan tes dipusatkan di laboratorium komputer masing-masing sekolah. Begitu peserta selesai mengerjakan dan menekan tombol submit, nilainya langsung muncul seketika karena sistemnya sudah berbasis CAT,” ujar Herawan, Rabu (24/6/2026).
Herawan menegaskan bahwa kelulusan ditentukan murni berdasarkan pemeringkatan (ranking) nilai tertinggi. Jika ditemukan adanya nilai akhir yang sama persis, sistem komputer secara otomatis akan menyortir berdasarkan usia tertua calon murid.
Apabila variabel usia masih sama, prioritas kelulusan akan diberikan kepada peserta yang melakukan pendaftaran daring (online) lebih awal.
“Semua sudah tersistem penuh, jadi tidak ada celah untuk intervensi atau diatur. Kalau nilainya bagus, peluang lolos otomatis besar,” tegasnya.
Ia menambahkan, peta kelulusan sangat dinamis karena tergantung pada jumlah kuota daya tampung dan tingkat kepadatan persaingan di masing-masing sekolah tujuan.
Di tingkat satuan pendidikan, pelaksanaan TPA terpantau berjalan tertib dan lancar. Salah satunya seperti yang terlihat di UPT SMP Negeri 3 Gresik. Wakil Ketua Bidang Kesiswaan UPT SMPN 3 Gresik, Mukhammad Fakhrudin Yusuf, mengonfirmasi bahwa animo pendaftar di sekolahnya sangat tinggi.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Gelar Khitanan Massal, Usai Disunat Peserta Bisa Langsung Lari
“Untuk pilihan pertama di SMPN 3 Gresik, tercatat ada 130 peserta yang bertarung mengikuti TPA. Sementara itu, alokasi kuota yang diterima melalui jalur prestasi akademik ini hanya 47 siswa. Adapun total pagu keseluruhan sekolah kami tahun ini adalah 297 siswa,” urai Fakhrudin.
Kendati berjalan sukses, Fakhrudin memberikan sejumlah catatan evaluasi konstruktif demi penyempurnaan SPMB di tahun-tahun mendatang. Pihaknya mengusulkan agar panitia daerah dapat merilis kisi-kisi soal lebih awal agar calon peserta memiliki kesiapan mental dan akademis yang lebih matang.
Selain itu, ia mendorong adanya inovasi berupa penayangan nilai secara langsung (live score) melalui kanal digital yang bisa diakses publik secara real-time.
Baca Juga: Bentengi Pengurus Cabor dari Masalah Hukum, KONI Gresik Gelar Bimtek SPJ Dana Hibah
“Ke depan, kami berharap perolehan nilai peserta bisa disaksikan langsung oleh orang tua saat ujian berlangsung. Langkah ini akan semakin mendongkrak marwah transparansi dan akuntabilitas dalam proses seleksi publik,” tuturnya.
Terakhir, Fakhrudin juga mengimbau kepada jajaran sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gresik untuk mulai menggalakkan literasi digital dan pengenalan perangkat komputer sejak dini kepada para siswa. Hal ini dinilai krusial agar anak-anak tidak gagap teknologi (gatek) saat menghadapi berbagai model ujian berbasis digital di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (jar/han)
Editor : Hany Akasah