RADAR GRESIK – Cetak biru pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan terpadu di Kabupaten Gresik kian mendekati kenyataan.
Dinas Cipta Karya, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Kabupaten Gresik melaporkan bahwa progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Terintegrasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, kini telah menembus angka 83 persen lebih.
Akselerasi pengerjaan di lapangan terus dipacu siang dan malam. Pemerintah daerah memasang target krusial, di mana seluruh konstruksi bangunan utama maupun fasilitas penunjang wajib dinyatakan tuntas seratus persen pada 20 Juni 2026.
Baca Juga: Dikebut, Siswa Sekolah Rakyat Berintegritas Gresik Dijadwalkan Masuk Asrama Pertengahan Juli
Langkah maraton ini diambil guna memastikan kompleks pendidikan terpadu tersebut siap beroperasi penuh menyambut kalender akademik baru pada pertengahan bulan depan.
Kepala Dinas CKPKP Kabupaten Gresik, Ir. Ida Lailatussa’diyah, membenarkan bahwa deviasi pembangunan infrastruktur sosial tersebut berjalan sangat positif dan berada di jalur target yang direncanakan (on track).
“Iya, berdasarkan hasil pemantauan berkala dan opname operasional di lapangan, untuk progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, saat ini sudah menyentuh angka 83 persen,” urai Ida Lailatussa’diyah saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).
Baca Juga: Buron Sampai Jombang, Spesialis Curanmor Rumah Kosong di Menganti Roboh Ditembak Polisi
Ida membeberkan, proyek percontohan ini berdiri di atas lahan yang sangat luas, yakni mencapai 6,3 hektar. Di atas tanah milik daerah tersebut, dinas teknis membangun ekosistem pendidikan yang sangat komplet dan inklusif.
Infrastruktur mencakup gedung sekolah dua lantai untuk tiga jenjang sekaligus, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Guna mendukung sistem pendidikan berpola asrama (boarding school), dinas juga merampungkan blok hunian terpisah bagi siswa SD, SMP, dan SMA. Kenyamanan tenaga pengajar pun ikut dipikirkan melalui pembangunan Rumah Susun (Rusun) guru, guest house, tempat ibadah terpadu seperti masjid, serta gedung serbaguna berskala besar.
Baca Juga: BRI Perluas Akses Investasi Global Lewat BRImo, Hadirkan Reksa Dana USD Batavia
Tak hanya itu, penunjang akademik berupa laboratorium canggih, amphitheater untuk ruang ekspresi seni, kantin khusus per jenjang, hingga dapur umum higienis ikut didirikan. Untuk fasilitas kebugaran fisik, kompleks ini dilengkapi dengan lapangan mini soccer serta dua lapangan basket berstandar formal.
Aspek mekanikal-elektrikal seperti ruang genset, ruang pompa, gedung perawatan berkala, hingga unit tempat pembuangan sampah terpadu juga sudah berdiri kokoh.
“Harapan besar kami, sisa pengerjaan minor ini bisa berjalan lancar tanpa kendala cuaca. Dengan begitu, pertengahan Juli 2026 nanti anak-anak didik sudah bisa masuk ke asrama dan menikmati seluruh fasilitas Sekolah Rakyat ini,” imbuh Ida optimis.
Di sisi lain, tata kelola sumber daya manusia pengevakuasi kemiskinan ini terus dimatangkan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik. Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, memaparkan bahwa hingga saat ini jaring penjangkauan pendamping PKH di lapangan telah berhasil mengunci sebanyak 220 calon siswa dari keluarga prasejahtera.
Rincian komposisi siswa tersebut meliputi 40 anak didik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), 90 siswa untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 90 siswa untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
"Fase penjangkauan awal di lapangan sudah kami nyatakan selesai. Langkah estafet berikutnya yang langsung kami eksekusi adalah proses verifikasi administrasi faktual serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) bagi ke-220 calon siswa tersebut," jelas dr. Ummi Khoiroh.
Baca Juga: Dorong Inovasi UMKM Celengan Gipsum Balongpanggang, Babinsa Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Mantan Kepala Dinas Kesehatan itu menegaskan, skrining medis ini mutlak diperlukan guna memastikan kondisi ketahanan fisik anak selama menjalani pola pengasramaan penuh.
Apabila seluruh hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan klir dan memenuhi kriteria hukum yang ditetapkan, barulah ratusan anak fajar Gresik tersebut dijadwalkan secara serentak memasuki asrama pada pertengahan Juli 2026 tanpa dipungut biaya sepeser pun. (jar/han)
Editor : Hany Akasah