RADAR GRESIK – Proyek strategis pembangunan kemanusiaan berupa Sekolah Rakyat Berintegritas (SRB) di Kabupaten Gresik terus dikebut habis-habisan oleh pemerintah daerah.
Memasuki pertengahan Juni 2026, progres pengerjaan fisik kompleks sekolah yang berlokasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik ini menunjukkan deviasi kemajuan yang positif dan signifikan.
Pemerintah Kabupaten Gresik memasang target tinggi, di mana para siswa penerima manfaat program ini sudah bisa mulai menempati asrama terpadu (boarding) pada pertengahan Juli mendatang. Langkah akselerasi ini disiapkan agar kalender akademik baru dapat berjalan tepat waktu.
Baca Juga: Sidak Proyek Sekolah Rakyat di Sidayu Gresik, Gus Yani Optimistis Rampung Juni
Ke depan, mega proyek Sekolah Rakyat Berintegritas ini diproyeksikan menjadi episentrum pusat pendidikan terpadu yang memayungi jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terintegrasi guna memutus mata rantai kemiskinan struktural.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengonfirmasi bahwa seluruh pengerjaan fisik di lapangan terus berjalan di koridor jadwal (on track) yang telah dikunci sejak awal perencanaan.
"Progres pembangunan infrastruktur sekolah terus merangkak naik dan hasilnya sejauh ini cukup bagus. Perlu dipahami, Dinas Sosial Kabupaten Gresik dalam hal ini memegang kewenangan penuh khusus pada tata kelola jaminan siswa dan pemenuhan kuota anak didik saja,” jelas dr. Ummi Khoiroh, Minggu (14/6/2026).
Baca Juga: Menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi, Dinsos Gresik Tegaskan Rekrutmen Pengajar Jadi Kewenangan Pusat
Di samping urusan bata bangunan, Dinsos Gresik saat ini tengah fokus mengunci data penjangkauan (outreach) calon siswa. Berbeda dengan sekolah reguler, pola rekrutmen peserta didik Sekolah Rakyat Berintegritas ini dilakukan secara proaktif melalui skema penjemputan langsung ke rumah-rumah keluarga sasaran rentan miskin ekstrem.
Untuk menyukseskan validasi ini, Dinsos menerjunkan sebanyak 148 personel pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke seluruh pelosok desa. Tim ini bertugas menyisir anak-anak usia sekolah yang memenuhi kriteria khusus agar tidak ada anak potensial yang putus sekolah. Proses penjangkauan lapangan ini dijadwalkan rampung total pada 15 Juni 2026.
Pemerintah daerah mengalokasikan kuota kuursi yang cukup merata, yakni sebanyak 90 siswa untuk masing-masing jenjang pendidikan (SD, SMP, dan SMA). Hingga pertengahan Juni ini, kuota emas untuk jenjang SMP dan SMA dilaporkan telah terisi penuh oleh calon siswa yang lolos skrining awal. Sementara untuk jenjang sekolah dasar (SD), tim pendamping PKH masih terus bergerak masif di lapangan guna memenuhi target kuota yang ditetapkan.
Baca Juga: Dinsos Gresik Mulai Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat Mei Ini, Targetkan Keluarga Kurang Mampu
Lebih jauh dr. Ummi menjabarkan, setelah genderang penjangkauan ditutup, tahapan krusial berikutnya yang wajib dilalui para kandidat adalah verifikasi data administrasi faktual serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up).
"Jika seluruh rangkaian penjangkauan tuntas, kami langsung tancap gas masuk ke fase verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan. Langkah ini mutlak dilakukan untuk memastikan kondisi fisik anak. Setelah dinyatakan sehat lahir batin dan memenuhi seluruh syarat hukum, barulah siswa akan resmi dikarantina positif di dalam asrama,” imbuh dr. Ummi.
Jika tidak ada hambatan teknis yang berarti di lapangan, hitung mundur pengasramaan menyisakan waktu kurang lebih satu bulan lagi.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Capai 41 Persen, Dinsos Gresik Siapkan Kuota hingga 300 Siswa
Pihak Dinsos bersama instansi terkait berkomitmen mengoptimalkan sisa waktu yang ada demi mempersiapkan ekosistem asrama yang nyaman dan berintegritas bagi tunas-tunas muda Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah