Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tinjau SMAN dan SMKN 1 Cerme, Gubernur Khofifah Pastikan SPMB 2026 di Jatim Digital, Transparan, dan Bebas Kendala

Hany Akasah • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:30 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memantau langsung proses SPMB di Gresik. (ist/Radar Gresik)
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memantau langsung proses SPMB di Gresik. (ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau langsung pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Gresik pada Rabu (3/6/2026).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, dan Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, Khofifah memantau proses seleksi di dua sekolah, yakni SMK Negeri 1 Cerme dan SMA Negeri 1 Cerme.

Di sela-sela peninjauan, Khofifah memberikan apresiasi terhadap sistem SPMB yang kini dilaksanakan secara digital. Menurutnya, digitalisasi ini tidak hanya memudahkan para calon siswa, tetapi juga membuat proses seleksi menjadi lebih objektif, adil, dan transparan.

Baca Juga: Hari Libur Tetap Buka, Cabang Dinas Pendidikan Gresik Maksimalkan Pelayanan SPMB Jatim 2026

"Jadi di semua titik, tidak akan melihat penumpukan antrean peserta. Waktunya sudah ditentukan, dengan disiapkan 10 operator (petugas)," ujar Khofifah.

Waktu pendaftaran bagi para siswa di SMKN 1 Cerme maupun SMAN 1 Cerme telah diatur secara otomatis oleh sistem. Setiap siswa dapat melengkapi kolom esai yang disediakan secara teratur, sementara siswa lainnya menyusul sesuai dengan jadwalnya.

Khofifah juga membandingkan alur verifikasi di Gresik dengan wilayah lain yang sempat ia tinjau sebelumnya.

"Saya kemarin sudah meninjau ke empat SMA Negeri di Surabaya. Disana mereka (siswa pendaftar) masih didampingi orangtuanya. Sementara di sini orangtuanya berada di ruang berbeda, ketika masuk ke ruang verifikasi," jelasnya.

Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Masa

Dengan jadwal yang tertata rapi oleh sistem, para calon siswa tidak perlu lagi menunggu lama di lokasi. Khofifah menilai mekanisme ini merupakan ikhtiar pemerintah untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi para calon siswa dalam meraih sekolah impian mereka.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menerangkan bahwa pemantauan langsung oleh Gubernur ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan SPMB di Jawa Timur berjalan tanpa hambatan.

"Sekarang ini proses SPMB. Jadi memang menjadi tanggung jawab beliau (Khofifah) bersama kami, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, untuk menyiapkan SPMB agar berjalan lancar. Mulai dari proses pengambilan PIN, verifikasi, validasi, sampai nanti daftar ulang," ungkap Aries.

Baca Juga: Alami Patah As di Dekat Perlintasan Kereta Api Cerme Gresik, Dump Truk Pemicu Kemacetan Parah Berhasil Dievakuasi

Aries menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh menjalankan proses SPMB sesuai dengan harapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 terkait pencegahan pungutan liar (pungli) dan intervensi.

"Rencananya, agenda pemantauan langsung ini tidak berhenti di Surabaya dan Gresik saja. Bu Gubernur Khofifah dijadwalkan akan meninjau wilayah lain di Jawa Timur seperti Madiun, Lamongan, dan kabupaten/kota lainnya untuk memastikan seluruh proses di 38 wilayah berjalan lancar," tambahnya.

Saat dikonfirmasi mengenai kendala teknis di lapangan, Aries menegaskan bahwa hingga saat ini proses berjalan sangat aman. Kelancaran ini tidak lepas dari dukungan penuh tim teknologi informasi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Baca Juga: Turun Langsung ke Lapangan, Kapolres Gresik Pastikan Puncak Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Aman Kondusif

Tim IT dari ITS bersiaga penuh selama 24 jam untuk memantau pergerakan data secara real-time. Jika terjadi kendala sistem di lapangan, tim teknis dipastikan akan langsung memberikan respons dan penanganan cepat di tempat.

Sementara itu, Kacabdin Pendidikan Wilayah Kabupaten Gresik, Eko Agus Suwandi, memaparkan bahwa di wilayah Gresik terdapat total 12 SMAN dan 4 SMKN yang membuka jalur SPMB tahun ini. Ia memastikan seluruh proses pendaftaran dipantau secara menyeluruh demi menjamin keadilan serta transparansi bagi seluruh calon peserta didik. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#smk #kHOFIFAH #gresik #cerme #spmb