RADAR GRESIK - Mengusung tema “Merayakan Keberagaman dalam Harmoni Cinta", Lembaga Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus, El Ghani Kids Autism Center, sukses menggelar Festival Inklusi Ceria 2026 pada Sabtu (23/05).
Bertempat di Atrium Gress Mall Gresik, acara yang terbuka gratis untuk umum ini berkolaborasi dengan Shiny Kidz Space, menghadirkan ragam aktivitas edukatif dan inklusif yang dirancang ramah anak.
Mulai dari area bermain sensori, fasilitas video 360°, hingga stan edukasi dan pameran karya siswa-siswi El Ghani Kids yang memukau para pengunjung mall.
Founder El Ghani Kids, Arina Dhamayanti, S.Pd., menyampaikan bahwa pendirian sekolah resmi ini merupakan bentuk komitmen nyata untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan, khususnya bagi anak-anak autis dan anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Gresik dan sekitarnya.
“Tema ini menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki keistimewaan, potensi, dan cara tumbuh berbeda, namun semuanya berhak mendapatkan cinta, penghargaan, dan kesempatan yang setara," ujar Arina Dhamayanti.
Lebih lanjut, Arina menyampaikan bahwa kini El Ghani Kids telah memperoleh izin resmi operasional yang menandai legalitas penuh di bawah naungan Dinas Pendidikan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik.
Momentum bersejarah yang juga merupakan hari jadi ketiga tahun ini sekaligus menjadi langkah baru dengan hadirnya layanan pendidikan El Ghani School sebagai pengembangan layanan dari El Ghani Kids.
“Kepercayaan ini menjadi amanah besar bagi kami untuk terus menghadirkan pelayanan pendidikan dan pendampingan terbaik," papar Arina.
Baca Juga: Anniversary Kedua El Ghani Kids, Pesta Keberagaman dan Cinta Lewat Goresan Warna ABK Hebat Gresik
Acara ini dihadiri dan diapresiasi langsung oleh berbagai tokoh penting. Di antaranya Marcomm Manager PT Dharma Graha Utama (pengelola Gressmall dan Aston Inn) Echo Sugeng Wahyudi, Kepala UPT LP ABK Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Renyta Yuniarti Ningtyas, serta Kepala Seksi Kelembagaan PAUD dan Non-Formal Bidang Pengelolaan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Anton Arief Al Hakim, S.Kom., M.M.
Turut hadir pula Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M. yang dalam sambutannya, Hariyanto menegaskan pentingnya sinergi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam mengasah potensi unik setiap anak.
“Manusia yang hadir ke bumi ini adalah manusia-manusia yang luar biasa, manusia hebat yang diberikan kemampuan yang luar biasa, tapi kemudian kemampuan-kemampuan itu mempunyai daya beda dengan yang lain. Oleh karena itu, kita semua harus peduli memberikan perhatian kepada mereka, sehingga kemampuan yang istimewa ini bisa diproses menjadi bekal kehidupan di masa yang akan datang," tegas Hariyanto.
Dukungan serupa juga datang dari Forum Peduli Autisme Jawa Timur sekaligus Kepala UPT LP ABK Sidoarjo, Nishrina Khamida. Ia mengajak seluruh pihak bersinergi meningkatkan kualitas hidup ABK tanpa terkendala kondisi apa pun.
“Mari sama-sama kita dukung, mari sama-sama kita berupaya supaya anak-anak ini menjadi tonggak utama keberhasilan untuk setiap individunya," ucap Nishrina.
Sementara itu, Guru Besar Universitas Airlanga (UNAIR) sekaligus perwakilan Ayah Sahabat Autisme (ASA), Prof. Dr. drg. Udijanto Tedjosasongko, Ph.D, Sp.KGA, Subsp.PKOA(K), menyentuh hati para hadirin dengan menekankan pentingnya peran aktif seorang ayah dalam pengasuhan anak istimewa.
“Mudah-mudahan ini menjadi suatu yang akan terus mengalir, ibarat saya melemparkan batu dalam satu kubangan air, gelombangnya akan terus mencapai ke mana-mana dan melibatkan banyak orang. Karena dengan kita memiliki putra-putri istimewa ini, yakinlah Bapak Ibu sekalian, kunci surga sudah di tangan," tutur Prof. Udijanto.
Setelah sesi seremonial peresmian layanan baru El Ghani School, acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari El Ghani Kids. Cinderamata tersebut diserahkan kepada Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Dharma Graha Utama (Gress Mall), Ika Putri Widyaningtyas, serta Founder Shiny Kidz Space Malang, Mentari. Usai penyerahan, panggung utama langsung diguncang oleh berbagai aksi bakat luar biasa dari siswa-siswi El Ghani Kids.
Dimulai dari peragaan busana (fashion show), lantunan suci ayat Al-Qur'an (mengaji) oleh siswa bernama Ahmad Danyalin, permainan musik angklung yang harmonis hingga pementasan drama inklusi yang menyentuh.
Sinergi eksternal juga terlihat dari partisipasi Puskesmas Sukomulyo yang menampilkan pertunjukan Role Play oleh Hilal Naf'an Mumtazah serta suguhan Tari Puskesmas Sukomulyo yang interaktif setelah sesi ice breaking bersama Kak Bila dan Kak Jihan yang merupakan tenaga pendidik dari El Ghani School.
Kemeriahan panggung akhirnya ditutup dengan apik lewat dua tarian ceria, "Bumble Bee" dan "Setinggi Langit", oleh siswa-siswi El Ghani Kids.
Perkembangan nyata yang dirasakan oleh para orang tua menjadi bukti keberhasilan pola didik di lembaga ini. Ungkapan rasa syukur mendalam salah satunya datang dari Ummu, salah seorang wali siswa.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk pelayanannya. Anak saya yang awalnya tidak bisa, kini saat dipanggil namanya bisa merespon. Semoga ke depannya bisa lebih maju lagi, selalu jaya, muridnya tambah banyak, dan sukses membuka banyak cabang," ungkap Ummu penuh haru. (nov/han)
Editor : Hany Akasah