RADAR GRESIK – Terobosan dalam pelayanan pendidikan inklusi di Kabupaten Gresik memasuki babak baru melalui transformasi program unggulan daerah. Program yang sebelumnya akrab dikenal sebagai program Hatiku Padamu (HTM), kini resmi bertransformasi menjadi Simetal HTM (Siap Gerak Melayani Totalitas Hhatiku Padamu).
Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perluasan daya jangkau melalui kolaborasi strategis dengan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Gresik serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik.
Jika sebelumnya fokus utama layanan hanya pada antar-jemput anak inklusi dari rumah atau sekolah menuju tempat terapi Unit Pelayanan Terpadu Layanan Pendidikan ABK (UPT LP ABK) Gresik, kini Simetal HTM hadir lebih progresif dengan memfasilitasi mobilitas para Guru Pembimbing Khusus (GPK).
Langkah ini diambil untuk memastikan para guru yang tengah menempuh pelatihan intensif di UPT LP ABK Gresik agar tidak terkendala akses transportasi.
Hingga saat ini, tercatat ada empatPusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang masuk dalam skema pengembangan program dan terus dipantau progresnya guna menjaga standar layanan pendidikan inklusi yang berkualitas.
Kepala UPT LP ABK Gresik, Renyta Yuniarti Ningtyas, menjelaskan bahwa perluasan layanan ini merupakan komitmen untuk memperkuat ekosistem pendidikan inklusi dari hulu ke hilir.
"Melalui Simetal HTM, kita ingin memastikan sinergi yang kuat antara pemenuhan hak transportasi siswa dengan peningkatan kompetensi gurunya. Pelatihan bagi GPK sangat krusial karena mereka disiapkan untuk memiliki keahlian spesifik, mulai dari identifikasi dini kebutuhan peserta didik hingga penyusunan Program Pembelajaran Individu (PPI) yang presisi bagi setiap anak berkebutuhan khusus," ungkap Renyta.
Lebih lanjut, peran GPK yang difasilitasi dalam program ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam mendampingi proses belajar mengajar agar materi dapat terserap optimal.
Selain itu, para guru ini juga berperan sebagai jembatan komunikasi utama antara sekolah dan orang tua untuk memantau perkembangan anak secara berkelanjutan. Dengan adanya kemudahan akses transportasi ini, diharapkan fokus para guru sepenuhnya tercurah pada peningkatan kualitas pendampingan anak berkebutuhan khusus di lapangan.
Baca Juga: GOW Gresik Bersama UPT LP ABK Bentuk Komunitas GenBig, Jembatani Komunikasi Inklusif bagi Teman Tuli
Kini, operasional Simetal HTM pun langsung tancap gas dengan menyasar wilayah Utara yang meliputi Kecamatan Dukun, Sidayu, dan Ujungpangkah.
Langkah jemput bola ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah kabupaten Gresik serius dalam menangani Peserta Didik Penyandang Disabilitas (PDPD).
Dengan kolaborasi lintas instansi dan dukungan transportasi yang terintegrasi, Kabupaten Gresik optimistis dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, merata, dan ramah bagi semua kalangan. (nov/han)
Editor : Hany Akasah