RADAR GRESIK – Suasana penuh kehangatan menyelimuti Masjid Agung Kebomas pada Rabu (1/4/2026). Sekitar 800 tenaga pendidik yang tergabung dalam keluarga besar Dinas Pendidikan Wilayah Kerja IV bersama PGRI Kecamatan Gresik, Kebomas, dan Manyar berkumpul dalam acara Halalbihalal bertajuk "Bersama PGRI Rajut Kebersamaan, Tebar Kebaikan".
Ketua Panitia, Drs. H. Djumadi, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang diikuti oleh guru dan pengawas dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA.
"Setiap guru mewakili satuan pendidikan masing-masing untuk mempererat sinergi antarwilayah," ujarnya.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Perkuat Strategi Mitigasi Risiko Bahan Baku di Tengah Tekanan Geopolitik Global
Dalam membuka kegiatan, Ketua PGRI Kabupaten Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengapresiasi kekompakan para guru di tiga kecamatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik atas kebijakan yang berpihak pada guru.
"Kami berterima kasih karena di tengah efisiensi, Pemkab Gresik memberikan kesempatan bagi PPPK sehingga tidak ada yang dirumahkan. Bahkan pet 31 Desember 2026 nanti ditargetkan tidak ada lagi honorer," ungkap Beri.
Ia juga mengingatkan pentingnya berorganisasi secara resmi melalui PGRI yang memiliki struktur kuat hingga pusat. Beri berpesan agar para guru bijak dalam penggunaan gadget serta terus mengasah empat kompetensi dasar.
Baca Juga: Tingkatkan Kapasitas Guru, PGRI Kabupaten Gresik Resmi Luncurkan Kanal Podcast
"Para guru harus mengasah kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Bertugaslah dengan mulia, tulus, dan terus lakukan upgrade diri," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Gresik, Dr. S. Hariyanto menegaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan kapasitas guru melalui berbagai pelatihan, baik secara online maupun offline.
Acara juga dimeriahkan lantunan shalawat dari grup Banjari SD Irada, serta lantunan ayat suci dari siswa UPT SMPN 2 Gresik. Hal ini sebagai wujud kompetensi para siswa di hadapan para guru.
Baca Juga: Wujud Kepedulian Sesama, PGRI Gresik Salurkan Bantuan Rp 75 Juta untuk Korban Bencana di Situbondo
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para tenaga pendidik. Gus Yani, sapaan akrabnya, membawa kabar baik mengenai keberlanjutan program pendidikan di Gresik.
"Kami menjamin keberlangsungan Bosda karena sifatnya yang krusial. Selain itu, Pemkab sedang mengkaji ulang Perbup mengenai pendidikan yang sudah tidak relevan dengan kondisi masa kini agar bisa lebih adaptif," tegas Gus Yani.
Selain fokus pada pendidikan dan dorongan bagi guru PPPK, Bupati juga memaparkan rencana strategis wilayah pada 2026 dan 2027 yang akan fokus pada pembangunan infrastruktur jalan poros desa untuk menunjang aksesibilitas masyarakat.
Baca Juga: PGRI Gresik Kumpulkan Donasi Rp 1,2 Miliar Lebih untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Acara Halalbihalal ini tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga diwarnai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada 45 siswa yatim yang berasal dari tiga kecamatan (Gresik, Kebomas, Manyar).
Suasana semakin meriah dan sejuk saat memasuki sesi penutup yang menghadirkan "Ustadz Gaul", Zainal Arifin, S.Hum. Melalui tausiyahnya yang segar namun sarat makna, para guru diajak untuk tetap menjaga semangat mengabdi dan menebar kebaikan di lingkungan sekolah. (rir/han)
Editor : Hany Akasah