Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Revolusi Pendidikan, SRMA 37 Sidayu Gresik Segera Bertransformasi Jadi Sekolah Rakyat Terintegrasi

Fajar Yuliyanto • Jumat, 6 Februari 2026 | 11:44 WIB
BELAJAR : Proses belajar mengajar di SRMA 37 Sidayu Gresik.
BELAJAR : Proses belajar mengajar di SRMA 37 Sidayu Gresik.

RADAR GRESIK – Program unggulan pendidikan bagi anak-anak kelompok rentan di Kabupaten Gresik bersiap memasuki babak baru. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 yang berlokasi di Kecamatan Sidayu direncanakan segera berubah status menjadi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).

Transformasi ini akan menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu pengelolaan yang komprehensif.

Perubahan status ini merupakan langkah strategis Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih awal dan berkelanjutan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Fokus pada Karakter dan Kesehatan Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat memiliki filosofi yang berbeda dengan sekolah formal pada umumnya.

Alih-alih mengejar nilai akademik yang tinggi di tahap awal, fokus utama adalah pada pemulihan mental, kedisiplinan, dan kesehatan fisik siswa.

"Kami tidak menargetkan capaian akademik tinggi terlebih dahulu. Yang kami bangun adalah kebiasaan hidup sehat, disiplin, dan karakter. Banyak siswa kami yang saat awal masuk sering sakit, namun setelah tinggal di asrama dengan pola hidup teratur, berat badan mereka rata-rata naik 5 hingga 6 kilogram," ujar Rangga, Kamis (5/2).

Target Operasional dan Pembangunan Gedung Saat ini, proses pembangunan gedung baru SRT sedang dikebut oleh kontraktor PT Wika dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Selama masa pembangunan, aktivitas belajar mengajar 75 siswa (31 laki-laki dan 44 perempuan) masih menumpang di gedung SMP Negeri 3 Sidayu.

Jika gedung baru telah siap, rekrutmen untuk jenjang SD dan SMP akan segera dibuka. Namun, operasional penuh masih menunggu keputusan final dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Kabupaten Gresik.

Kurikulum Modern dan Tenaga Pendidik Meskipun menyasar kelompok rentan, sekolah yang diresmikan oleh Bupati Fandi Akhmad Yani pada Agustus 2025 ini tidak main-main soal kualitas pengajaran. Saat ini, terdapat 18 guru dan 10 wali asuh yang mendampingi para siswa.

"Kebutuhan guru SMA sudah terpenuhi. Kami bahkan memiliki dua guru khusus yang mengampu pembelajaran informatika, outing class, hingga pengenalan Kecerdasan Artifisial (AI)," tambah Rangga.

Transformasi menjadi SRT diharapkan menjadi oase bagi anak-anak di Gresik agar mendapatkan hak pendidikan yang layak, mulai dari usia dasar hingga menengah, dalam satu ekosistem yang mendukung pertumbuhan karakter mereka. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#Sekolah Rakyat #gresik #rentan #Pemerintah #pendidikan