Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kolaborasi Akademisi dan Industri, UMG–NEXUS 2026 Jawab Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

Muhammad Firman Syah • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:57 WIB

 

Photo
Photo

Kebomas – Upaya mendorong ekonomi hijau berbasis kolaborasi lintas sektor terus diperkuat Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melalui penyelenggaraan Forum Bisnis UMG–NEXUS 2026. Forum yang digelar di Hall Sang Pencerah Kampus UMG, Rabu (14/1), menjadi ruang strategis untuk menyatukan kepentingan akademik, industri, dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Forum bisnis yang diinisiasi Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha (DSP2BU) UMG ini mengusung tema “UMG Nexus: The Gateway to 2026, Integrating Academic Excellence with Industrial Power.” Tema tersebut menegaskan posisi kampus sebagai simpul penghubung antara keunggulan akademik dan kebutuhan industri, sekaligus sebagai motor penggerak transisi menuju ekonomi hijau yang inklusif.

Rektor UMG, Khoirul Anwar menekankan bahwa pendidikan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik. Kampus dituntut menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Nilai-nilai kewirausahaan, tanggung jawab sosial, serta cara berpikir kreatif dan solutif harus ditanamkan sejak proses pembelajaran. Pendidikan harus berdampak dan menjawab persoalan riil, termasuk isu lingkungan dan keberlanjutan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, UMG membentuk direktorat khusus yang menangani sertifikasi, pelatihan, dan kolaborasi industri. Langkah ini dirancang untuk memastikan riset dan gagasan akademik dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu implementasi konkret yang mengemuka dalam forum ini adalah pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan minyak jelantah berbasis masyarakat. Dalam skema ini, UMG didorong menjadi pusat pengumpulan minyak jelantah dari warga Gresik yang selama ini belum termanfaatkan secara optimal. Minyak tersebut selanjutnya diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti bioavtur maupun pakan ternak.

Pelaku industri yang terlibat menjelaskan bahwa mahasiswa UMG akan dilibatkan secara aktif melalui program pelatihan dan pendampingan masyarakat. Mahasiswa dibekali pengetahuan tentang pengumpulan, penyaringan, hingga pengelolaan volume minyak jelantah sebelum diserap industri untuk diolah lebih lanjut.

Model kolaborasi ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan limbah dan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh pengalaman praktik lapangan, magang, serta penguatan kompetensi di bidang keberlanjutan dan industri hijau.

Dukungan terhadap inisiatif tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif menilai langkah UMG sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Dorong Transparansi BUMDesa di Gresik, Peneliti UMG Luncurkan Aplikasi Akuntansi Berbasis Web Sinergi Inovasi Sosial

Ia menyebut Kabupaten Gresik memiliki potensi besar sebagai pusat industri nasional dan internasional dengan keberadaan Maspion Industrial Estate, Kawasan Industri Gresik (KIG), serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik. Namun, menurutnya, kemajuan industri harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia, UMKM, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Forum ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi akademisi, industri, dan pemerintah dapat diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain dialog strategis, Forum Bisnis UMG–NEXUS 2026 juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra industri, antara lain PT SIAM dan PT Greentech Solusi Utama Kerja sama tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas SDM, riset terapan, serta program industri yang berorientasi keberlanjutan.

Editor : Cak Fir
#Kolborasi #SDGs #umg