RADAR GRESIK – Politeknik Semen Indonesia (Polteksi) mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan vokasi yang visioner dengan menggandeng Sustainable Business Development and Innovation (SBDI) Center dari Belanda.
Kolaborasi ini bertujuan meluncurkan SDG Design Lab, sebuah inkubator bisnis berkelanjutan yang diproyeksikan menjadi kiblat inovasi di Jawa Timur.
Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerahasiaan (NDA) yang dilakukan di Gedung Semen Indonesia Group, Gresik, pada Kamis (08/01).
Founder SBDI Center, Dr. Jeroen Rijnenberg, menjelaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah besar bagi pendidikan di Indonesia.
Ia menekankan bahwa Polteksi akan menjadi rumah bagi pengembangan solusi teknologi inovatif.
“So we can imagine how much it can be develop on the design lab and potential futures and becoming practical,” ungkapnya.
Baca Juga: Gelar Razia Dadakan, Rutan Gresik Temukan HP hingga Alat Masak di Blok Hunian
Dari adanya SDG Lab Semen Gresik, diharapkan tercipta sinergi antara dunia akademisi dan industri untuk menciptakan solusi teknologi inovatif yang berkontribusi pada aspek Planet, People, and Profit.
Direktur Polteksi, Dr. Erlina Diamastuti, menegaskan bahwa fasilitas ini adalah jawaban atas tantangan industri masa depan.
“Harapannya dengan adanya SDG Design Lab itu semua mahasiswa akan terserap di situ sebagai enterpreuner, bukan lagi menjadi seeker,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa Polteksi kini akan memiliki wadah nyata untuk mentransformasikan ide kreatif menjadi unit bisnis yang sesuai dengan standar global Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan hadirnya lab ini, Polteksi optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru yang berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas.
Editor : Hany Akasah