Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Keterkaitan Dokter sebagai Tenaga Medis dalam Kesejahteran Kesehatan Nonfisik: Mental Health Kalangan Remaja di Kabupaten Gresik

Riri Masfardian • Rabu, 17 Desember 2025 | 14:21 WIB
Oleh : Muhammad Farrel Atha Aqilah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga NIM: 111251212
Oleh : Muhammad Farrel Atha Aqilah, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga NIM: 111251212

RADAR GRESIK - Menurut World Health Organization (2022), kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan yang memungkinkan seseorang mampu mengatasi tekanan hidup, menyadari potensi dirinya, belajar dan bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi komunitas. Kesehatan mental memiliki nilai intrinsik maupun instrumental, dan merupakan bagian dari hak asasi manusia. 

Kesehatan mental bersifat kompleks karena setiap individu memiliki batas dan pengalaman yang berbeda. Artinya, kondisi mental seseorang tidak dapat disamakan dengan orang lain, sehingga pemahaman terhadap kesehatan mental harus mempertimbangkan keragaman pengalaman individu. 

Mengapa Penting Memerhatikan Kesehatan Mental? 

Kesehatan mental sering kali dianggap sepele oleh remaja, padahal justru kelompok usia ini paling rentan mengalami gangguan. Menurut WHO (2024), satu dari tujuh anak berusia 10–

19 tahun mengalami gangguan kesehatan mental, dengan depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku sebagai penyebab utama. 

Di Kabupaten Gresik, kasus gangguan mental cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dari 40.607 orang yang diskrining, sebanyak 1.952 terindikasi mengalami gangguan mental emosional. Temuan ini paling banyak terjadi pada remaja usia 15–18 tahun, yang merupakan masa transisi penting menuju kedewasaan. 

Kesehatan mental remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tekanan dari media sosial, dinamika lingkungan keluarga dan pertemanan, paparan terhadap bullying dan kekerasan, serta perubahan fisik dan gaya hidup. Selain itu, tekanan akademik juga menjadi kontributor signifikan.

Tanda-Tanda Masalah Kesehatan Mental pada Remaja 

Deteksi dini sangatlah krusial untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif. Penting untuk mewaspadai berbagai tanda, termasuk kesulitan dalam mengendalikan emosi seperti mudah marah atau sedih berlebihan tanpa alasan yang jelas. Selain itu, perhatikan perubahan perilaku seperti mudah tersinggung, cenderung memberontak, atau menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan usia.

Tanda lain melibatkan penghindaran dari lingkungan sosial, seperti menarik diri, cemas berlebihan, dan takut akan penolakan, serta kehilangan rasa percaya diri yang ditandai dengan perasaan tidak berharga, menyalahkan diri, atau melampiaskan dengan perilaku berisiko seperti merokok, mengonsumsi alkohol, atau narkoba.

Tanda-tanda lain yang juga perlu diperhatikan adalah menurunnya prestasi akademik akibat kehilangan minat belajar dan penurunan nilai yang signifikan. Selain itu, waspadai adanya gangguan pola tidur dan makan, seperti insomnia, tidur berlebihan, atau pola makan yang tidak teratur. Perhatikan juga keluhan fisik yang muncul tanpa adanya penyebab medis yang jelas, seperti sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, atau kelelahan yang berkelanjutan.

Upaya Pencegahan Gangguan Kesehatan Mental 

Menurut WHO (2022), pencegahan masalah kesehatan mental dapat dilakukan dengan mempromosikan kesejahteraan, menangani faktor risiko, dan memperkuat kemampuan diri, yang mana remaja dapat mewujudkannya melalui langkah-langkah seperti menjaga kesehatan fisik dengan olahraga dan pola makan seimbang, mendapatkan istirahat yang cukup dan teratur, membiasakan berpikir positif, melatih kemampuan menghadapi masalah, menghindari kebiasaan buruk pemicu stres, serta membangun dukungan sosial yang sehat.

 Baca Juga: Opini Kepala Dinas KBP3A Gresik dr Titik Ungkap Peran Ayah Masa Kini dalam Membentuk Perempuan Sehebat Kartini

Di Kabupaten Gresik, upaya pencegahan juga dilakukan melalui Health Festival 2025 yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Bhirawa, 2025). Festival ini menjadi wadah promosi kesehatan bagi anak muda, termasuk layanan konseling psikologis untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental. 

Peran Dokter sebagai Tenaga Medis 

Di Kabupaten Gresik dokter sebagai tenaga medis dapat berperan aktif, seperti dalam acara Health Festival 2025 terdapat sesi edukasi kepada yang hadir di acara tersebut dan salah satu yang menjadi narasumber adalah seorang dokter yang menjadi kepala bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Gresik (Bhirawa, 2025). 

Dokter dapat terlibat di layanan kesehatan seperti, puskesmas untuk menyediakan layanan khusus di bidang kejiwaan ataupun psikologis. Dengan adanya tenaga medis yang disediakan di puskesmas bisa menjadikan kasus kesehatan mental cepat untuk ditindak lanjuti tanpa harus menunggu hasil konsul ke Rumah Sakit Umum Daerah terlebih dahulu agar lebih mengefisienkan waktu. 

Kesimpulan 

Kasus gangguan kesehatan mental di Kabupaten Gresik cukup tinggi, terutama pada remaja. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental harus ditanamkan sejak dini. Remaja perlu mengenali tanda-tanda gangguan mental agar dapat segera mencari pertolongan sebelum kondisi memburuk. 

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Dengan pola hidup sehat, dukungan sosial yang positif, serta lingkungan yang kondusif, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Dokter sebagai tenaga medis juga memiliki peran penting dalam pencegahan kasus kesehatan mental. Mulai dari memberikan edukasi-edukasi dengan berbagai cara kepada masyarakat, hingga terlibat di layanan kesehatan seperti puskesmas. 

Referensi  

AyoSehat Kementerian Kesehatan (2024). Pentingnya Kesehatan Mental bagi Remaja dan Cara Menghadapinya. 

AyoSehat Kementerian Kesehatan (2024). Gangguan Kesehatan Mental, Semakin Ngetren dan Perlu Diwaspadai. 

Bio Farma (2025). Menjaga Kesehatan Mental Remaja: Tantangan, Faktor Penyebab, dan Solusi. 

Bhirawa (2025). Pemkab Gresik Soroti Kesehatan Mental dan Kesiapan Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja. 

Gresik Satu (2024). Sebanyak 1.952 Warga Gresik Terindikasi Alami Gangguan Mental, Usia Remaja Paling Rentan. 

World Health Organization (2025). Mental health: strengthening our response. 

World Health Organization (2025). Mental health of adolescents.

Editor : Hany Akasah
#dinas kesehatan #unair #gresik #kesehatan mental #who