RADAR GRESIK - Peringatan Hari Guru Nasional pada tanggal 25 November 2025 di Gresik diwarnai dengan momen haru yang menyentuh hati.
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Gresik menunjukkan kepeduliannya dengan mengunjungi Ramsianah Kasuma (48), seorang guru yang menderita gejala stroke, di UPT SDN 17 Gresik, Kelurahan Gending, Kecamatan Kebomas.
Ramsianah Kasuma, guru di UPT SDN 17 Gresik, diketahui mulai mengalami gejala stroke sejak tahun 2021. Kondisi ini menyebabkan ia kesulitan berbicara dan sempat menjalani operasi kepala beberapa tahun silam.
"Saya sudah sakit empat tahun yang lalu dan tidak bisa mengajar kembali," ujar Ramsianah sambil terbata-bata saat ditanya langsung.
Kepala Sekolah UPT SDN 17 Gending, Kusumahati, menjelaskan bahwa Bu Ramsianah sempat aktif mengajar hanya satu tahun setelah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), sebelum akhirnya menderita stroke.
Melihat kondisi kesehatannya, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik merekomendasikan penugasan baru untuk Ramsianah.
"Mungkin dengan kondisi kesehatan Bu Ramsianah seperti saat ini. Walaupun tidak bisa menjadi guru, ia masih bisa menjadi penjaga perpustakaan sekolah," ungkap Kusumahati.
Ketua PGRI Gresik, Beri Avita Prasetiya, mengatakan bahwa kunjungan yang dilakukan oleh pengurus PGRI Gresik ini merupakan wujud kepedulian terhadap anggotanya yang sedang mengalami kesulitan, terutama sakit berat seperti stroke.
"Ini wujud kepedulian kami terhadap anggota kami yaitu guru-guru Kabupaten Gresik yang mengalami kesusahan apalagi mengalami sakit stroke seperti Bu Ramsianah," ucapnya.
Lebih lanjut, Beri berharap kunjungan di momen Hari Guru Nasional ini dapat menjadi refleksi dan bentuk simpati antarguru di Gresik.
"Semoga di Hari Guru Nasional ini bisa menjadi renungan dan saling merangkul antarguru apapun kondisinya. Jika ada sesama Guru yang sakit, bagaimana caranya kita bisa saling menguatkan dan membantu antar sesama profesi yang mulia ini," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah