RADAR GRESIK –Sebanyak 464 mahasiswa baru Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) dan 87 mahasiswa baru Politeknik Industri Semen Indonesia (Polteksi) disambut secara resmi dalam acara Opening Ceremony. Acara yang mengusung tema "Branara Silo UISI Orvoks Polteksi: Menenun Asa, Merajut Identitas" ini diselenggarakan di Gedung Wisma Ahmad Yani Semen Gresik pada Senin (15/09).
Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) akan berlangsung selama sepekan. Acara ini menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi pribadi unggul dan profesional di dunia industri. Tiga mahasiswa asing dari Timor Leste, yang memperoleh beasiswa, juga turut hadir dalam acara tersebut.
Dengan semangat BRANARA, SILO UISI 2025 hadir bukan hanya sebagai kegiatan orientasi, melainkan sebagai proses transformatif yang menumbuhkan mahasiswa baru menjadi insan pemberani, berkarakter, dan berdaya saing. Melalui SILO, mahasiswa dipandu untuk menyatu dengan nilai-nilai UISI, mengasah kreativitas, memperkuat kolaborasi, serta menyiapkan diri menjadi generasi yang berkontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
Dalam sambutannya, Rektor UISI, Dr. Eka Ananta Sidharta, menekankan pentingnya perubahan mental dari seorang siswa menjadi mahasiswa.
“Kata ‘maha’ di depan ‘siswa’ menunjukkan tanggung jawab yang lebih besar. Mahasiswa dituntut untuk memiliki independensi dan proaktif dalam pembelajaran,” ujar beliau.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UISI dan Polteksi adalah Industrial University dan Kawah Candradimuka yang mana para mahasiswa tidak hanya mengembangkan potensi diproses akademik saja tetapi juga potensi non akademik dengan sebelas kompetensi yang akan diintegrasikan ke dalam kegiatan kemahasiswaan sehingga mencetak lulusan yang siap pakai dan cerdas.
“Identitas mahasiswa baru kini melekat dengan Semen Indonesia. Dua huruf terakhir di belakang nama entitasnya adalah SI, singkatan dari Semen Indonesia. Mulai hari ini, Anda semua adalah bagian dari keluarga besar Semen Indonesia,” tutur Rektor UISI.
Ia menambahkan bahwa kedekatan dengan industri akan membekali mahasiswa dengan pemahaman iklim profesional sejak dini melalui sistem pendidikan top-down yang mengintegrasikan pengetahuan praktis dari para praktisi.
“Sebagai bekal utama, para mahasiswa baru diberikan dua pesan kunci, yaitu menjaga kesehatan sebagai modal terpenting dan aktif berorganisasi untuk membentuk karakter serta memperluas wawasan,” pesan Dr. Eka Ananta Sidharta.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Polteksi, Dr. Erlina Diamastuti, juga menyampaikan bahwa para mahasiswa dibekali program kompetensi yang berkaitan dengan sertifikasi.
“Sudah menjadi kewajiban kita bahwa kelak semua lulusan minimal harus memiliki tiga sertifikasi kompetensi dan juga menguasai bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin karena untuk saat ini kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan di Jepang,” pungkas Dr. Erlina. (nov/sof/ale)
Editor : Hany Akasah