RADAR GRESIK - Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) secara resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah menggelar Sidang Pelantikan dan Pelepasan Rektor.
Acara yang berlangsung khidmat di Gedung Pusat Penelitian Semen (PPS) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., Kampus A UISI, ini mengukuhkan komitmen UISI untuk bertransformasi dari pertumbuhan kuantitas menjadi penguatan kualitas, sejalan dengan tema "Expanding Size Going to Substances".
Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus Semen Indonesia Foundation (SIF) Nomor 066/SDM-10-19.04/07-01/09.25 oleh Sekretaris Pengurus SIF, Agus Kuntoro, S.T. SK tersebut secara resmi memberhentikan Prof. Dr. Ing. Ir. Herman Sasongko dari jabatan Rektor UISI periode 2020-2025 dan melantik Dr. Eka Ananta Sidharta, S.E., M.M., Ak., CA., CFrA., CBV sebagai rektor untuk masa jabatan 2025-2030.
Agus Kuntoro menambahkan, masa jabatan Dr. Eka berlaku sejak 18 Agustus 2025 hingga 17 Agustus 2030. Keputusan ini ditetapkan di Gresik pada Hari ini, Kamis (11/09) dan ditandatangani oleh Ketua Pengurus SIF, Dr. Effnu Subiyanto, S.T., MBA.
Dalam sambutannya, Dr. Effnu menyampaikan apresiasi mendalam kepada Prof. Herman Sasongko atas pencapaiannya yang luar biasa selama memimpin UISI, termasuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan program studi yang signifikan.
"Di bawah kepemimpinan Prof. Herman, UISI telah tumbuh pesat. Kini, dengan kehadiran Dr. Eka Ananta, kita memasuki fase baru di mana fokus kita tidak hanya pada jumlah, tetapi juga pada substansi, kualitas lulusan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat," ujar Dr. Effnu.
Ia menjelaskan, terpilihnya Dr. Eka Ananta Sidharta merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang dan ketat, mencerminkan komitmen SIF untuk terus memperkuat kualitas kepemimpinan UISI.
"Kami percaya UISI akan semakin berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan pendidikan di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya. Kami berharap rektor dapat menjunjung tinggi nama Semen Indonesia Grup (SIG) dan membanggakan Semen Indonesia Foundation," tambahnya.
Dalam pidatonya, Dr. Effnu juga mengungkapkan mimpi besar untuk membangun Fakultas Kedokteran di UISI.
"Kita sudah punya rumah sakit yang membanggakan, tinggal bagaimana melangkah konkret agar rencana ini segera terwujud," katanya, merujuk pada keberadaan RS Semen Gresik yang telah terakreditasi B Paripurna.
Senada dengan hal tersebut, Hadi Setiadi, Direktur Human Capital SIG, menegaskan komitmen penuh perusahaan untuk mendukung pengembangan UISI.
Ia menyebutkan, dukungan tersebut akan diwujudkan melalui skema beasiswa bagi karyawan berprestasi untuk menempuh pendidikan di UISI, yang bertujuan membangun hubungan link and match antara dunia industri dan akademik dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Rektor UISI yang baru, Dr. Eka Ananta Sidharta, menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah dibangun.
"Tanggung jawab ini adalah amanah besar. Saya berkomitmen untuk mewujudkan visi 'Expanding Size Going to Substances' dengan meningkatkan kualitas akademik, memperkuat riset dan inovasi, serta memastikan lulusan UISI tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan praktik yang mumpuni," kata Dr. Eka.
Ia menambahkan bahwa kurikulum akan disesuaikan agar mahasiswa siap menghadapi tantangan dunia kerja, dan rencana pendirian Fakultas Kedokteran akan menjadi salah satu prioritas.
Setelah serah terima jabatan, Prof. Herman Sasongko menyampaikan pesan penutup yang menyentuh. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan selama menjabat dan mengajak seluruh pihak untuk terus berjuang menuju kebaikan dan kemajuan UISI, dengan menjunjung tinggi asas kebersamaan dan kebermanfaatan.
Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi Semen Indonesia Grup, pengawas dan pengurus SIF,civitas Akademika UISI beserta sejumlah tokoh penting, termasuk Prof. Marsudi Wahyu Kisworo, PhD (Dewan Pengarah BRIN), Prof. Hermawan Sulistyo, PhD (Staf Ahli Kapolri), Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. (Kepala LLDIKTI Wilayah 7), Prof. Dr. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M. (Anggota Komisi X DPR RI), serta beberapa rektor dari perguruan tinggi rekanan. (nov/han)
Editor : Hany Akasah