RADAR GRESIK – Organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Gresik melangkah maju dengan pelantikan pengurus masa bakti XIII tahun 2025-2030, serta pengukuhan Bunda Guru Kabupaten Gresik. Acara ini berlangsung meriah di Hall Mandala Bhakti Praja lantai 4 Gedung Pemkab Gresik pada Rabu (23/7). Mengusung tema "Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas", pelantikan ini menandai babak baru bagi organisasi guru terbesar di Indonesia ini.
Dalam kesempatan tersebut, Hj. Nurul Haromaini resmi dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Pengurus Kabupaten Gresik Masa Bakti 2025-2030. Perannya akan sangat krusial dalam mendukung perjuangan PGRI untuk meningkatkan kesejahteraan dan profesionalitas guru. Ibunda Guru diharapkan dapat memberikan bimbingan, saran, dan pendapat terkait pendidikan di Kabupaten Gresik, serta secara khusus mendukung program-program yang berpihak pada guru perempuan.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Pengurus PGRI Provinsi Jawa Timur, yang juga disertai pembacaan pakta integritas oleh para pengurus yang baru dilantik.
Ketua PGRI Kabupaten Gresik terpilih, Beri Avita Prasetiya, dalam sambutannya menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kesuksesan kepemimpinan Drs. Arief Susanto, yang kini menjabat sebagai Bendahara PB PGRI.
Beri Avita Prasetiya menegaskan bahwa PGRI adalah rumah bagi para guru, sebuah organisasi yang tak lekang oleh waktu meskipun perkembangan zaman dan teknologi begitu pesat.
"PGRI adalah rumah guru, organisasi guru terbesar di Indonesia. Perkembangan zaman dan teknologi begitu pesat, sehingga perlu mengembangkan potensi dan kemampuan agar tak terkikis," ujarnya.
Ia mengajak seluruh anggota untuk bersama-sama menjadi wadah penyalur aspirasi dan potensi, sehingga guru di Gresik bisa menjadi guru yang hebat dan adaptif. "Saya sebagai ketua mengajak mari bersama-sama merekatkan tali, menjalin kebersamaan, dan mengumpulkan tekad menjadikan PGRI Gresik lebih bermartabat," ajaknya.
Kehadiran ketua PGRI Jawa Timur, Dr. H. Joko Adi Waluyo ST. MM, memberikan motivasi serta berpesan agar pengurus PGRI yang baru mendukung penuh program pendidikan di Kabupaten Gresik.
Sementara itu, Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan PGRI dalam menyukseskan program-program nasional.
"Banyak tantangan dan semoga bisa lebih baik, potret pendidikan di Gresik tidak mudah mengurusi pendidikan. Pada 2026, anggaran Pemkab hampir menyerap sekitar Rp 1,026 Miliar. Kita harus benar-benar fokus mensukseskan output," tegas Bupati.
Bupati Yani menambahkan bahwa kemajuan pendidikan dapat dicapai jika semua pihak fokus, bersinergi, dan kompak.
"Kita bisa ketika fokus bersinergi dan kompak mendandani pendidikan di Kabupaten Gresik. PGRI harus mendukung program pendidikan Pemkab Gresik," pungkasnya, sembari menyampaikan selamat dan sukses kepada pengurus PGRI baru demi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. (rir/han)
Editor : Hany Akasah