RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik menggelar sosialisasi program Sekolah Rakyat (SR) di ruang Mandala Bhakti Praja, lantai 4 Kantor Bupati Gresik. Kegiatan yang digelar pada Kamis (3/7/2025) itu diikuti sekitar 250 orang, terdiri atas 75 siswa, 75 wali murid, dan 75 pendamping sosial.
Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengatakan sosialisasi ini untuk menjawab berbagai pertanyaan dan kekhawatiran masyarakat terkait pelaksanaan Sekolah Rakyat, mulai dari lokasi, fasilitas, hingga biaya pendidikan.
“Untuk lokasi Sekolah Rakyat (SR) tahun pertama akan dilaksanakan di SMPN 30 Gresik secara sementara. Karena gedung baru sedang dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, dengan desain lima lantai,” jelas dr. Ummi.
Ia menambahkan, mulai tahun kedua dan seterusnya, kegiatan belajar akan dipindahkan ke gedung baru tersebut. Selain itu, seluruh kebutuhan siswa dipastikan dipenuhi secara gratis.
“Perlengkapan siswa lengkap. Mulai seragam lima stel, seragam olahraga dua stel, sepatu, alat salat, pakaian dalam, hingga buku dan makan gratis. Bahkan saat libur semester, siswa akan mendapat uang saku,” ujarnya.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani memberikan motivasi kepada para calon siswa. Ia menegaskan Sekolah Rakyat adalah program nyata untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi semua anak, termasuk dari keluarga kurang mampu.
“Yakinlah anak-anak, Sekolah Rakyat ini benar-benar mendidik kalian jadi orang hebat. Tidak boleh ragu lagi. Siapa tahu di antara kalian nanti ada yang jadi Bupati, Kapolres, atau pemimpin besar,” kata Gus Yani memotivasi para siswa.
Bupati juga menjelaskan, dari total 75 siswa yang terdaftar, delapan orang berasal dari Pulau Bawean lima dari Kecamatan Sangkapura dan tiga dari Kecamatan Tambak. Mereka mengikuti sosialisasi ini secara daring.
Selain itu, sosialisasi ini berhasil meyakinkan dua calon siswa dari Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Gresik yang sebelumnya sempat ingin mundur karena kurang jelasnya informasi. Setelah mendengarkan penjelasan langsung, mereka memastikan akan tetap melanjutkan pendaftaran.
Gus Yani juga menegaskan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari visi nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan yang layak, berkualitas, dan gratis demi kesejahteraan masyarakat serta pengentasan kemiskinan.
“Kami ingin anak-anak Gresik, termasuk dari Bawean, punya kesempatan yang sama untuk menjadi hebat, sukses, dan mengangkat derajat keluarganya,” pungkasnya.(jar /han)
Editor : Hany Akasah