Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kolaborasi Pemkab Gresik dan TP PKK, 1.664 Peserta Didik Lulus Program Jaketku 2025

Hany Akasah • Kamis, 12 Juni 2025 | 00:42 WIB

 

JAKETKU: Peserta Program Jaketku usia dewasa saat mengikuti pembelajaran.
JAKETKU: Peserta Program Jaketku usia dewasa saat mengikuti pembelajaran.

RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya mengakselerasi pembangunan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, tidak hanya pada sektor pendidikan formal, namun pendidikan nonformal juga mendapatkan perhatian serius.

Berkat kolaborasi apik dengan Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gresik, ribuan warga masyarakat mendapatkan layanan pendidikan kesetaraan melalui Program Jaketku (Kejar Paket Tuntaskan Putus Sekolah).

"Semua warga masyarakat di Gresik berhak menerima pendidikan. Program Jaketku ini adalah kolaborasi dari Dinas Pendidikan dan TP-PKK Kabupaten Gresik. Kader PKK melakukan pendataan di seluruh desa di 18 kecamatan untuk mengetahui masyarakat yang berhak menerima pelayanan Kejar Paket ini,” ungkap , ketua TP PKK Kabupaten Gresik Nurul Haromaini Ali saat ditemui di Kantor Pemkab Gresik, Selasa, (10/6/2025)

Ning Nurul, sapaan akrab Istri Bupati Fandi Akhmad Yani ini menyebut pihaknya bekerja sama dengan satu UPT Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Pemkab Gresik dan 11 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk menjalankan pelayanan pendidikan nonformal kepada ribuan penerima manfaat Program Jaketku yang telah dijalankan sejak tahun 2022 yang lalu.

AKSELERASI PENDIDIKAN: Peserta Didik Jaketku mengikuti pelatihan las pasca ujian sekolah.
AKSELERASI PENDIDIKAN: Peserta Didik Jaketku mengikuti pelatihan las pasca ujian sekolah.

"Alhamdulillah pada tahun 2025 ini, Program Jaketku akan meluluskan 1.664 peserta didik," lanjut Ning Nurul. Jumlah itu terdiri dari 40 peserta didik lulus Kejar Paket A (setara SD), 311 peserta didik lulus Kejar Paket B (setara SMP), dan 1.313 peserta didik lulus Kejar Paket C (setara SMA).

Sedangkan untuk tahun pelajaran 2025/2026 yang akan datang, rencananya sebanyak 1.114 warga masyarakat akan mendapatkan pelayanan program Jaketku. Jumlah itu terdiri dari 53 peserta didik Kejar Paket A, 437 peserta didik Kejar Paket B, dan 624 peserta didik Kejar Paket C.

Berbeda dengan Program Kejar Paket di banyak daerah yang lain, peserta didik Program Jaketku utamanya yang berada di bawah naungan UPT SKB Cerme tidak sekadar mendapatkan pembelajaran teori. Mereka juga mengikuti berbagai kegiatan peningkatan keterampilan seperti pelatihan tata boga, menjahit, las, komputer, dan sebagainya. 

"Kami ingin memberi bekal keterampilan yang bisa digunakan oleh peserta didik Program Jaketku untuk makin kompetitif di dunia kerja," ujar Hadi Taufiqur Rahman, kepala UPT SKB Cerme. Ia menyebut bahwa Kejar Paket bukanlah semata untuk mendapatkan lembaran ijazah, namun lebih dari itu, program Kejar Paket adalah cara pemerintah melakukan pembangunan manusia yang holistik.

"Bahkan selama ini, teman-teman pendidik di UPT SKB Cerme menjalankan fungsi lebih dari sekadar pengajar. Kami sampai menjemput peserta didik yang mengalami kesulitan, melakukan pendampingan bagi peserta didik dengan aneka permasalahan sosial, bahkan kami juga memberikan pengajaran untuk beberapa peserta didik yang masih berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)," terang Taufiq.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemkab Gresik melalui Dinas Pendidikan dengan kolaborasinya bersama PKK Kabupaten Gresik, menjadi salah satu faktor keberhasilan pembangunan bidang pendidikan. Terbukti, pada tahun 2024, angka Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kabupaten Gresik 10,03 tahun meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 10,01 tahun. Sedangkan Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat menjadi 13,98 tahun naik dari tahun 2023 yang sebesar 13,97 tahun. (*/fai/adv/)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #Warga #gresik #Program #TP PKK #jaketku #pendidikan