RADAR GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik terus berupaya mengembangkan pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sebagai langkah konkret, mereka menjalin kerja sama dengan Universitas Melbourne, Australia, dengan tujuan memperkuat layanan pendidikan dan meningkatkan kemampuan para pendidik di wilayah tersebut.
Kegiatan kolaborasi ini berpusat di UPT Lembaga Pelayanan Anak Berkebutuhan Khusus (UPT LP ABK) Gresik, yang merupakan sentra pengembangan pendidikan ABK di Kabupaten Gresik.
Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., MM., M.HP., menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan ABK ini akan dilaksanakan secara bertahap dan diharapkan memberikan dampak signifikan pada tahun 2026. Beliau juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat perubahan yang diinginkan, meskipun menyadari bahwa proses ini memerlukan waktu.
Baca Juga: Apresiasi Penanganan Anak Tuli di Resource Center UPT LP ABK GResik
“Kami berharap pusat ini akan terus berkembang secara berkelanjutan. InsyaAllah, pada tahun 2026 akan ada perubahan yang signifikan. Kami sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak karena keterbatasan tenaga yang kami miliki,” ujar Wabup Gresik.
Lebih lanjut, Wabup Gresik menekankan betapa pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan ABK. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik berupaya melibatkan orang tua agar dapat memberikan pendampingan yang optimal kepada anak-anak mereka. Selain itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak melalui program penurunan stunting.
“Kami akan melibatkan orang tua dalam proses edukasi. Kami juga sedang bekerja sama untuk mempercepat penurunan stunting dan memastikan anak-anak mendapatkan asupan makanan bergizi yang tepat, bukan makanan cepat saji,” imbuh Asluchul Alif, Wabup Gresik.
Baca Juga: Komunitas Tuli Gresik (KOTUGRES) Bantu Renovasi Ruangan untuk UPT LP ABK Gresik
Dirinya juga menyoroti dampak negatif penggunaan gadget yang berlebihan terhadap perkembangan anak, terutama dalam hal keterlambatan bicara dan gangguan pendengaran.
“Anak-anak zaman sekarang sering terpapar berbagai bahasa asing melalui gadget, yang berpotensi membingungkan mereka. Penggunaan earphone yang berlebihan juga dapat mempengaruhi fungsi pendengaran mereka,” jelas dr. Alif sapaan akrab Wabup Gresik.
Kerja sama ini disambut baik oleh Universitas Melbourne, yang menyampaikan apresiasi atas dedikasi staf di Gresik dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi ABK.
"Kami sangat berterima kasih melihat staf di sini bekerja dengan sepenuh hati. Kami siap memberikan bantuan lebih lanjut dan telah menyiapkan materi yang akan kami sampaikan," ujar Christoper, perwakilan Universitas Melbourne.
Lebih lanjut, Christoper menjelaskan bahwa Universitas Melbourne berencana menyelenggarakan pelatihan bagi para pendidik ABK di Gresik. Pelatihan ini diharapkan dapat membantu para pendidik mengaplikasikan teori yang mereka pelajari secara langsung.
"Pengalaman kami di sini sangat menyenangkan dan berkesan. Selain mempelajari teori di lingkungan kampus, mereka juga memiliki kesempatan untuk langsung mempraktikkannya di lapangan, dan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga," tambah Christoper.
Dengan adanya dukungan yang signifikan dari Universitas Melbourne, diharapkan UPT LP ABK Gresik dapat menjadi model pengembangan pendidikan inklusif yang lebih efektif dan berkelanjutan, tidak hanya di tingkat Kabupaten Gresik, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia. (lid/mil/han)
Editor : Hany Akasah