RADAR GRESIK - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi penggiat Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Manyar, Selasa (4/2).
Mengusung tema "Membangun Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Gresik Bersih Narkoba Menuju Indonesia Bersinar", kegiatan ini dihadiri para stakeholder dari BEM berbagai kampus, jurnalis, fatayat, muslimat, dan lain-lain.
Kepala Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Gresik, Basuki Risdiyanto, menyampaikan bahwa Jawa Timur menempati peringkat kedua dalam penyalahgunaan narkoba, dan Gresik juga tidak luput dari masalah ini.
Bahkan, penyalahgunaan narkoba tidak hanya terjadi pada remaja putus kuliah, tetapi juga mahasiswa. Ia juga menyoroti adanya tanaman di pedesaan yang memiliki efek memabukkan namun belum terrdeteksi.
Dalam kesempatan tersebut dihadiri empat narasumber, yakni dari Bakesbangpol, Diskominfo Gresik, Kemenag Gresik, dan Polres Gresik. Salah satu narasumber Kepala Bakesbangpol Gresik, Nanang Setiawan memberikan materi tentang peran serta masyarakat dalam P4GN. Ia mengungkapkan bahwa narkoba telah merambah ke desa-desa, bahkan ada satu desa di gresik dengan 40 pengguna narkoba. Ia menekankan pentingnya implementasiImpress, undang-undang narkotika, Permendagri, Perda, dan PerGub dalam penanganan masalah ini.
"Narkoba adalah musuh yang harus diperangi. Banyak ketidaktahuan masyarakat mengenai bentuk narkoba, sehingga tanpa sadar mereka menjadi pengguna. Kita harus memperkuat pertahanan sosial agar tidak tergerus narkoba," tegas Nanang.
Sementara itu, Imam Chanafi dari Kemenag Gresik memberikan materi tentang pendekatan agama Islam dalam penanganan narkoba. Ia mengajak semua pihak untuk prihatin dan bersungguh-sungguh dalam menangani masalah ini, serta siap bekerja sama dengan BNN dengan delapan penyuluh di setiap KUA Kecamatan.
Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi menambahkan kegiatan ini adalah momentum silaturahmi. Ia mengakui bahwa masalah narkoba di Gresik seperti gunung es, banyak yang tidak терdeteksi.
“Kami BNNK Gresik menyoroti bahwa penyalahgunaan narkotika dapat mendorong orang melakukan hal-hal di luar nalar. Sehingga banyak kekerasan dan kriminalitas disebabkan oleh penyalahgunaan narkotika,”ujarnya.
Acara ini juga diisi dengan penyematan pin penggiat anti narkoba oleh Kepala BNN Kabupaten Gresik, AKBP Suharsi didampingi Kasatreskoba Polres Gresik, Joko Supriyanto. Diharapkan melalui kegiatan ini, sinergi dan kolaborasi antara berbagai pihak dapat усир terwujud untuk mewujudkan Gresik bersih narkoba dan Indonesia bersinar. (rir/han)
Editor : Hany Akasah