Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Opini Mahasiswa fakultas Kedokteran UNAIR, Salsabila Hana Shafa, Mager: Sedentary Lifestyle di Kalangan Remaja

Riri Masfardian • Selasa, 17 Desember 2024 | 19:04 WIB
Salsabila Hana Shafa, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
Salsabila Hana Shafa, Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.

RADAR GRESIK - GAYA hidup kurang aktif atau sedentary lifestyle menjadi masalah kesehatan yang semakin serius di kalangan remaja Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi dan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan di depan layar, aktivitas fisik remaja semakin berkurang. Padahal, kurangnya aktivitas fisik dapat memicu berbagai masalah kesehatan, baik fisik maupun mental.

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup kurang bergerak yang saat ini banyak ditemui di kalangan remaja Indonesia atau yang kita kenal sebagai mager (malas gerak). Pola hidup ini membuat individu jarang berkomunikasi dan berinteraksi sosial yang dapat menyebabkan terjadinya depresi.

Menerapkan perilaku sedentari terus menerus tidak hanya berdampak bagi psikologis, tetapi juga bagi tubuh. Hipertensi obesitik dan diabetes melitus merupakan salah satu contoh penyakit akibat perilaku tersebut. Kedua penyakit ini berkaitan satu sama lain. Hipertensi obesitik adalah kondisi hipertensi yang terjadi setelah obesitas.

Hipertensi obesitik pada remaja dapat meningkatkan penyakit degeneratif lainnya ketika dewasa. Kondisi ini terjadi karena adanya penimbunan lemak berlebih. Faktor risiko
timbulnya penyakit ini adalah tingginya aktivitas sedentari serta kurangnya durasi tidur. Durasi tidur yang pendek dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung, meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik, stress fisik dan psikososial, serta menurunkan kadar
leptin dan meningkatkan kadar ghrelin membuat orang yang memiliki durasi tidur singkat merasa lebih cepat lapar. Remaja yang memiliki durasi tidur yang singkat (1-5 jam) rata-rata memiliki durasi aktivitas berbasis layar lebih lama dibanding dengan remaja yang tidur dengan durasi standar (8 jam).

Perbedaan ini diduga karena remaja yang mengalami hipertensi obesitik memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang lebih tinggi, sehingga cenderung malas melakukan aktivitas
fisik dan lebih menyukai aktivitas yang bersifat sedentari. Akibat dari aktivitas fisik yang kurang dan memakan makanan praktis yang tinggi kalori dapat berdampak terhadap
kenaikan berat badan pada remaja.

Gaya hidup lainnya, beberapa remaja membutuhkan pengakuan dengan cara mengunggah postingan di sosial media dengan harapan mendapatkan komentar positif. Sebaliknya, ada juga yang mendapatkan komentar negatif.

Hal ini menyebabkan mereka merasa ragu terhadap diri mereka sendiri dan sering kali membandingkan kehidupannya dengan orang lain yang dirasa lebih baik padahal belum
tentu kehidupan orang lain tersebut sesuai dengan kenyataan yang ada.

Yang kita lihat di sosial media hanyalah 20 persen dari kehidupan mereka dan kita tidak akan bisa menilai kehidupan seseorang baik buruknya dari sosial medianya saja. Untuk mengatasi
gaya hidup sedentari, dapat memulai dengan kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit setiap hari.

Selain itu, mengatur pengingat untuk bergerak setiap 30-60 menit serta mencari aktivitas fisik. Ajak teman atau keluarga untuk membantu menjaga motivasi hidup sehat bersama.

Selain melakukan kegiatan aktivitas fisik, cara mengatasi kecanduan sosial media adalah menetapkan batasan waktu penggunaan setiap hari, misalnya hanya mengakses sosial media selama satu jam serta mematikan notifikasi untuk mengurangi godaan membuka aplikasi setiap saat. Jika tidak berhasil, hapus aplikasi sosial media atau deactivate akun sosial media.

Cara ini ampuh untuk orang yang mudah terganggu dan sudah kecanduan. Diharapkan dengan cara tersebut, kita dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan serta mencegah berbagai penyakit. (*/rir)

Editor : Hany Akasah
#Remaja #gaya hidup #Universitas Airlangga #unair #kedokteran #lifestyle #mager #sedentary